Tag <p>, <div>, dan <span> dalam HTML
oleh: Suryo Adhy Chandra, ST
Ketiga tag ini sama-sama dipakai untuk membungkus konten, tapi fungsi dan perilakunya berbeda. Yuk kita lihat tabel perbandingannya:
| Tag | Jenis Elemen | Fungsi Utama | Contoh Penggunaan |
|---|---|---|---|
| <p> | Block-level | Menampilkan sebuah paragraf teks. Otomatis ada jarak atas dan bawah. | Isi artikel, keterangan gambar, deskripsi produk |
| <div> | Block-level | Wadah/kontainer umum untuk mengelompokkan elemen-elemen lain. Tidak punya makna semantik khusus. | Layout halaman, kartu, kotak konten, sidebar |
| <span> | Inline | Membungkus sebagian kecil teks atau elemen di dalam baris. Tidak membuat baris baru. | Mewarnai kata tertentu, memberi style pada sebagian teks |
Kata kunci yang perlu diingat:
• Block-level = elemen selalu mulai di baris baru dan memenuhi lebar penuh.
• Inline = elemen mengikuti aliran teks, tidak membuat baris baru.
Tag <p> dipakai untuk menulis paragraf teks. Browser otomatis menambahkan jarak (margin) di atas dan bawah setiap paragraf, sehingga antar paragraf terlihat terpisah dengan rapi.
Contoh kode:
Hasil tampilan:
Ini adalah paragraf pertama.
Ini adalah paragraf kedua.
Ini adalah paragraf ketiga.
Catatan penting tentang <p>:
- Di dalam <p> tidak boleh meletakkan elemen block-level lain seperti <div> atau <p> lain.
- Cocok hanya untuk konten berupa teks / paragraf.
- Jika ingin membungkus banyak elemen campuran, gunakan <div> saja.
Tag <div> (kependekan dari division) adalah wadah serbaguna. Tidak punya tampilan khusus secara default, tapi sangat berguna untuk mengelompokkan elemen agar bisa diberi style CSS atau diatur layout-nya bersama-sama.
Contoh kode:
Hasil tampilan:
Judul Kartu
Ini adalah isi dari sebuah kartu.
Kegunaan umum <div>:
- Membuat layout halaman (header, sidebar, footer, dll.)
- Mengelompokkan beberapa elemen agar bisa diberi warna atau border bersama.
- Membuat kartu / kotak konten seperti di atas.
- <div> bisa diisi <p>, <img>, <input>, bahkan <div> lain di dalamnya.
Tag <span> dipakai untuk membungkus sebagian kecil teks di dalam sebuah kalimat, tanpa membuat baris baru. Biasanya dipakai untuk memberi warna, ukuran, atau style tertentu pada kata/frasa tertentu saja.
Contoh kode:
Hasil tampilan:
Nilai kamu adalah 90 dari 100. Kamu lulus dengan predikat A!
Contoh lain penggunaan <span>:
Hasil tampilan:
Mata pelajaran TIK diajarkan setiap Senin.
Catatan tentang <span>:
- <span> tidak merubah tampilan apapun kalau tidak diberi style/class.
- Dipakai hanya untuk styling sebagian kecil teks, bukan untuk layout.
- Jangan gunakan <span> sebagai wadah banyak elemen — gunakan <div> untuk itu.
Sekarang kita lihat bagaimana ketiga tag ini bekerja sama dalam satu halaman. Coba perhatikan kode berikut, kemudian amati hasilnya!
Contoh kode (copy & paste ke editor kamu):
Hasil tampilan:
Nama: Budi Santoso
Kelas: VII A
Status: Aktif
Catatan: Siswa ini wajib mengumpulkan tugas paling lambat Jumat depan.
Penjelasan kode di atas:
- <div> terluar = wadah utama kartu (border biru).
- <div> kedua = header berwarna biru "Profil Siswa".
- <p> = setiap baris informasi (Nama, Kelas, Status).
- <span> = memberi warna/style pada nilai spesifik di dalam paragraf.
- <div> ketiga = kotak catatan abu-abu di bawah.
• Mau nulis paragraf/teks? → pakai <p>
• Mau buat kotak / wadah layout? → pakai <div>
• Mau kasih warna/style pada sebagian kata? → pakai <span>