Bab 16 · Arduino Uno R3
Cara Mencari Kesalahan Kode, Upload, dan Rangkaian Arduino
Pisahkan masalah kompilasi, upload, kabel, dan pembacaan sensor agar perbaikannya lebih mudah dicari.
Cari tahap yang gagal
Saat percobaan tidak berjalan, jangan langsung mengganti semua kabel dan kode. Tentukan dulu: apakah program gagal diperiksa, gagal dikirim ke board, atau berhasil dikirim tetapi hasil rangkaiannya berbeda dari yang diharapkan? Ketiganya membutuhkan pemeriksaan yang berbeda.
Kode gagal saat Verify
| Pesan atau gejala | Yang diperiksa |
|---|---|
| expected ; | Cari titik koma yang hilang, termasuk pada baris sebelum lokasi error. |
| was not declared in this scope | Periksa ejaan, huruf besar-kecil, dan tempat variabel dibuat. |
| No such file or directory pada DHT.h | Pasang library DHT yang digunakan contoh. |
| expected } | Cocokkan kurung kurawal pembuka dan penutup. Gunakan Auto Format agar blok terlihat. |
Baca pesan error pertama yang menjelaskan penyebabnya. Pesan berikutnya sering muncul karena satu kesalahan awal. Perbaiki satu hal, lalu jalankan Verify lagi.
Verify berhasil tetapi Upload gagal
- Pilih board yang sesuai perangkat. Contoh modul ini menggunakan Arduino Uno R3.
- Pilih port yang muncul saat board disambungkan. Jika tidak ada, coba kabel USB data dan port USB lain.
- Tutup aplikasi lain yang sedang memakai port serial.
- Lepas rangkaian dari pin 0/RX dan 1/TX saat mencoba upload.
- Untuk board tiruan yang tidak terdeteksi, identifikasi chip USB-nya dahulu sebelum memasang driver dari produsennya.
Coba unggah contoh Blink dengan rangkaian luar dilepas. Jika berhasil, jalur komputer ke board sudah bekerja dan pemeriksaan dapat dilanjutkan ke rangkaian.
Upload berhasil tetapi komponen tidak bekerja
Cabut USB sebelum mengubah sambungan. Cocokkan nomor pin di kode dengan label board, periksa GND, arah LED, dan jalur breadboard. Sambungkan kembali, lalu uji satu komponen. Tambahkan komponen berikutnya hanya setelah hasil pertama sesuai.
Nilai sensor aneh
Cetak nilai mentah di Serial Monitor sebelum menambahkan aturan lampu atau alarm. Untuk LDR, catat nilai terang dan gelap; angka ambang milik orang lain belum tentu cocok. Untuk HC-SR04, bedakan pantulan gagal dari jarak yang valid. Untuk DHT, periksa NaN. Untuk PIR, tunggu penyesuaian awal dan waktu tahan keluaran.
Jika teks Serial Monitor tidak terbaca, samakan baud dengan Serial.begin(). Jika angkanya diam, periksa apakah program sedang berada dalam delay panjang atau menunggu pembacaan sensor.
Biasakan mencatat percobaan
Tulis tiga hal: sambungan pin, perubahan yang dibuat, dan hasilnya. Misalnya: "LDR di A0, batas 400, lampu masih menyala ketika terang." Ukur nilai cahaya pada kondisi itu sebelum mengubah batas. Dengan catatan kecil ini, kamu tidak perlu menebak perubahan mana yang memperbaiki masalah.
Proyek setelah dasar-dasarnya selesai
- Lampu meja otomatis: gunakan LDR pada bab Sensor Analog dan Serial Monitor dan tentukan ambang dari hasil pengukuran.
- Penanda benda terlalu dekat: gabungkan HC-SR04 dengan LED, termasuk penanganan pantulan gagal.
- Pemantau ruang belajar: cetak suhu dan kelembapan dari DHT, lalu beri keterangan sesuai ambang yang kamu pilih.
- Lampu gerak: gunakan PIR sebagai masukan dan LED sebagai keluaran. Setelah berjalan, coba atur waktu padam memakai millis().