← Daftar materi Arduino

Bab 2 · Arduino Uno R3

Komponen Dasar Arduino dan Cara Memakai Breadboard

Pelajari LED, resistor, kabel jumper, tombol, potensiometer, dan sambungan breadboard lewat rangkaian LED sederhana.

Kenali komponen sebelum memasangnya

Breadboard membantu kita mencoba rangkaian tanpa menyolder. Namun, dua kabel yang terlihat berdekatan belum tentu tersambung. Sebelum menulis kode, kita perlu tahu jalur mana yang saling terhubung.

KomponenFungsi dan yang perlu diperhatikan
LEDLampu kecil yang memiliki arah pemasangan. Anoda biasanya kaki panjang; katoda biasanya kaki pendek dan sisi bodi yang rata.
Resistor 220–330 ΩMembatasi arus pada LED. Resistor tidak memiliki polaritas.
Resistor 10 kΩSering dipakai bersama LDR sebagai pembagi tegangan. 10 kΩ berarti 10.000 Ω.
Kabel jumperMenghubungkan pin dan lubang breadboard. Pilih ujung male atau female sesuai konektornya.
Push buttonMenghubungkan kontak saat ditekan. Pada tombol empat kaki, dua kaki pada sisi tertentu sudah terhubung; periksa pasangan kontaknya.
Potensiometer 10 kΩResistor yang dapat diputar. Kaki tengah adalah penyapu untuk mengambil tegangan yang berubah.
SensorMengubah kondisi seperti cahaya atau suhu menjadi sinyal yang dapat dibaca. Modul sensor bisa memiliki susunan pin berbeda.

Tegangan, arus, dan hambatan

Tegangan diukur dalam volt (V), arus dalam ampere (A), dan hambatan dalam ohm (Ω). Resistor membatasi arus, bukan sekadar mengurangi angka tegangan secara tetap. Untuk LED merah dengan perkiraan tegangan maju 2 V, resistor 330 Ω pada sumber 5 V menghasilkan arus kira-kira (5 − 2) / 330 = 0,009 A, atau 9 mA. Nilai tepatnya bergantung pada LED yang dipakai.

Jalur breadboard

Pada breadboard umum, lima lubang dalam satu baris di sisi a–e tersambung, dan lima lubang sisi f–j juga tersambung. Celah tengah memisahkan keduanya. Rel panjang bertanda + dan − biasanya dipakai untuk daya; pada sebagian breadboard relnya terputus di tengah. Tanda + tidak menghasilkan listrik: rel baru mendapat daya setelah dihubungkan ke board.

Satu baris pada breadboard umum:
a—b—c—d—e   celah   f—g—h—i—j
Kelompok kiri dan kanan tidak tersambung.
Baris berikutnya juga merupakan jalur terpisah.

Jangan menaruh kedua kaki LED pada satu kelompok lubang yang terhubung. Jika ragu, cek kontinuitas memakai multimeter saat rangkaian tidak diberi daya.

Rangkaian LED pertama

Cabut USB saat memasang kabel. Siapkan satu LED, satu resistor 330 Ω, dan jumper. Pasang jalurnya berurutan seperti berikut; resistor boleh berada sebelum atau sesudah LED selama tetap seri.

Pin 8 → resistor 330 Ω → anoda LED
Katoda LED → GND Arduino
const int PIN_LED = 8;

void setup() {
  pinMode(PIN_LED, OUTPUT);
}

void loop() {
  digitalWrite(PIN_LED, HIGH);
  delay(1000);
  digitalWrite(PIN_LED, LOW);
  delay(1000);
}

Setelah diunggah, LED menyala satu detik dan padam satu detik. HIGH memberi keluaran tinggi dan LOW memberi keluaran rendah; pada rangkaian ini, HIGH membuat LED menyala.

Kalau LED belum menyala

  • Cocokkan kabel dengan pin 8, bukan angka baris breadboard.
  • Periksa arah LED dan apakah kedua kakinya berada di jalur terpisah.
  • Pastikan GND tersambung dan rel breadboard tidak terputus.
  • Cabut USB sebelum membetulkan rangkaian. Jangan menyambungkan 5V langsung ke GND.

Latihan: ubah waktu nyala menjadi 200 milidetik dan waktu padam menjadi 800 milidetik. Apa yang berubah saat kamu mengganti delay pertama saja?