RUANG MAIN ANGKA SD

Matematika SD, Dipisah per Kelas 🎈

Setiap kelas punya halaman sendiri — supaya materinya pas dengan tahap belajar anak, bukan digabung jadi satu seperti SMP/SMA.

Fase A · Kelas 1-2Fase B · Kelas 3-4Fase C · Kelas 5-6

Berdasarkan CP Matematika menurut Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 dan Panduan Mata Pelajaran Matematika 2025. Pemerintah menetapkan CP per fase (Fase A = kelas 1-2, Fase B = kelas 3-4, Fase C = kelas 5-6); pembagian per kelas pada tiap halaman adalah rancangan ATP/silabus supaya target akhir fase tercapai secara bertahap.

Pilih Kelasmu

Klik kelasnya untuk melihat silabus lengkap semester 1 dan 2.

Fase A — Kelas 1 dan 2

Target akhir fase: Number sense bilangan cacah sampai 100, penjumlahan-pengurangan sampai 20, pecahan ½ dan ¼, pola nonbilangan, pengukuran dengan satuan tidak baku, bangun datar/ruang, posisi benda, serta penyajian data dengan turus dan piktogram maksimal empat kategori.

Fase B — Kelas 3 dan 4

Target akhir fase: Number sense sampai 10.000, penjumlahan-pengurangan sampai 1.000, perkalian dan pembagian sampai 100, faktor dan kelipatan, pecahan, desimal-persen, pengukuran baku, luas-volume, bangun datar dan analisis data.

Fase C — Kelas 5 dan 6

Target akhir fase: Bilangan cacah sampai 1.000.000, empat operasi sampai 100.000, KPK-FPB, pecahan, desimal, aljabar sederhana, rasio-proporsi, keliling-luas, sudut, geometri ruang, data dan peluang.

Peta Kompetensi Kelas 1–6

Gambaran perkembangan tiap kompetensi dari kelas 1 sampai 6.

KompetensiKelas 1Kelas 2Kelas 3Kelas 4Kelas 5Kelas 6
Number sense0–20sampai 100sampai 1.000/awal 10.000sampai 10.000sampai 1.000.000penguatan
Tambah/kurangsampai 20penguatan sampai 20sampai 1.000problem solvingsampai 100.000kompleks
Perkaliansampai 100penguatanbilangan besaraplikasi
Pembagiansampai 100penguatanbilangan besaraplikasi
Pecahan½, ¼dasarsenilai/desimal/persen+ dan −×/÷ dengan bilangan asli
Faktor/Kelipatanawalfaktor/kelipatanKPK/FPBaplikasi
Aljabarpolapola/=polanilai kosongnilai kosongrasio/proporsi
Pengukurantidak bakutidak bakubakuluas/volumeluas/sudutgabungan
Geometribentukkomposisisifatdekomposisibangun datarruang/spasial
Datakelompokturus/piktogramtabeldiagram batanganalisisdata + peluang

Pola Pembelajaran di Semua Kelas

Setiap topik sebaiknya mengikuti urutan berikut, dari masalah nyata sampai penalaran:

1. Masalah nyata2. Benda konkret3. Gambar/model4. Simbol matematika5. Latihan6. Soal cerita7. Penalaran
Misalnya untuk ¾ + ½ jangan langsung diberikan rumus KPK penyebut. Mulai dengan gambar: ¾ = tiga dari empat bagian yang diarsir, kemudian tunjukkan mengapa bagian yang dibandingkan harus berukuran sama. Setelah anak memahami modelnya, baru masuk ke algoritma. Panduan Matematika Kemendikdasmen memang ditujukan untuk menerjemahkan CP menjadi pembelajaran yang bermakna, mendalam, dan berpusat pada murid, bukan sekadar urutan latihan hitung.

Bentuk Asesmen

Dipakai konsisten di semua kelas supaya perkembangan anak mudah dipantau.

AsesmenPelaksanaan
DiagnostikAwal semester/awal topik
Formatif singkatSetelah 1–2 submateri
ObservasiSaat menggunakan benda konkret
LisanAnak menjelaskan cara berpikir
PraktikMengukur, menyusun bentuk, survei data
Problem solvingSoal kontekstual
Sumatif unitSelesai satu kelompok materi
Sumatif semesterAkhir semester
RemedialUntuk TP yang belum tercapai
PengayaanSoal nonrutin dan penalaran