Matematika SD / Kelas 4 / Semester 2
PEMBERHENTIAN 5 DARI 15

Pecahan dan desimal

Menghubungkan representasi

💡 Konsep intinya

Pecahan dan desimal adalah dua cara berbeda untuk menuliskan nilai yang sama, dan keduanya bisa saling diubah. Pecahan yang penyebutnya bukan 10 atau 100 perlu diubah dulu menjadi pecahan senilai berpenyebut 10 atau 100 sebelum ditulis sebagai desimal. Sebaliknya, desimal bisa diubah menjadi pecahan dengan melihat banyaknya angka di belakang koma untuk menentukan penyebutnya, yaitu 10 untuk satu angka dan 100 untuk dua angka.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Menghubungkan pecahan dan desimal berguna saat membaca nilai ulangan yang kadang ditulis pecahan dan kadang ditulis desimal, atau saat membandingkan hasil pengukuran yang ditulis dengan cara berbeda oleh dua orang.

⚡ Prinsip praktis

Pecahan berpenyebut bukan 10100 diubah dulu jadi pecahan senilai berpenyebut 10 atau 100, baru ditulis sebagai desimal.
Desimal dengan 1 angka di belakang koma = pecahan berpenyebut 10.
Desimal dengan 2 angka di belakang koma = pecahan berpenyebut 100.

🧩 Contoh masalah

Nilai ulangan matematika Fina ditulis oleh gurunya sebagai ¾ dari total soal yang benar, sedangkan nilai ulangan Bimo ditulis sebagai 0,7 dari total soal yang benar. Untuk membandingkan siapa yang nilainya lebih tinggi, Fina ingin mengubah nilainya menjadi bentuk desimal.

DIKETAHUI
Nilai Fina = ¾; nilai Bimo = 0,7
DITANYAKAN
Berapa bentuk desimal dari ¾, dan siapa nilainya lebih tinggi

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Pecahan ¾ diubah dulu menjadi pecahan senilai berpenyebut 100 dengan mengalikan pembilang dan penyebut dengan 25
  2. Pembilang: 3 × 25 = 75; penyebut: 4 × 25 = 100, sehingga ¾ = 75100
  3. 75100 ditulis dalam bentuk desimal menjadi 0,75
  4. 0,75 dibandingkan dengan nilai Bimo, yaitu 0,7 atau sama dengan 0,70; karena 75 lebih besar dari 70, maka 0,75 lebih besar
Kesimpulan: ¾ sama dengan 0,75, dan nilai Fina (0,75) lebih tinggi daripada nilai Bimo (0,7).

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Mengubah ¾ menjadi pecahan berpenyebut 100 diperlukan karena bentuk desimal hanya bisa langsung ditulis kalau penyebutnya 10 atau 100 (atau kelipatan sepuluh lainnya). Setelah bentuknya sama-sama desimal, membandingkan dua nilai menjadi lebih mudah karena tinggal membandingkan angka-angkanya sesuai nilai tempat.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Mengubah ¾ langsung menjadi 0,4 dengan asal menaruh angka pembilang setelah koma, tanpa menyamakan penyebutnya jadi 10 atau 100 dulu.
  • Membandingkan 0,75 dengan 0,7 dengan mengira 0,7 lebih besar karena hanya satu digit, padahal 0,7 sama dengan 0,70 sehingga harus dibandingkan sebagai 70 dengan 75.
  • Lupa mengalikan pembilang DAN penyebut dengan angka yang sama saat mengubah ¾ menjadi pecahan berpenyebut 100, sehingga nilai pecahannya berubah.

🎯 Sekarang giliranmu

Ubahlah pecahan ⅖ menjadi bentuk desimal, lalu bandingkan dengan 0,3. Manakah yang lebih besar?

Lihat jawaban setelah mencoba
⅖ diubah menjadi pecahan berpenyebut 10 dengan mengalikan 2, menjadi 4/10, sehingga bentuk desimalnya adalah 0,4. Karena 0,4 lebih besar daripada 0,3, maka ⅖ lebih besar daripada 0,3.

✅ Cek pemahaman

Kalau ada pecahan ⅙, menurutmu apakah mudah diubah langsung menjadi desimal seperti ¾ atau ⅖? Coba jelaskan kesulitannya.

📚 Rujukan penyusunan: CP Matematika menurut Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 dan Panduan Mata Pelajaran Matematika 2025 (Kemendikdasmen).