Matematika SD / Kelas 6 / Semester 1
PEMBERHENTIAN 5 DARI 13

Bentuk-bentuk pecahan

Mengubah representasi

💡 Konsep intinya

Satu nilai pecahan bisa ditulis dalam tiga bentuk yang berbeda: pecahan biasa (pembilang per penyebut), pecahan campuran (bilangan bulat digabung pecahan), dan desimal (menggunakan tanda koma). Ketiga bentuk itu mewakili nilai yang persis sama, hanya cara penulisannya yang berbeda, sehingga kita bisa memilih bentuk yang paling mudah dipakai sesuai situasinya.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Mengubah bentuk pecahan dipakai saat membaca hasil pengukuran, misalnya jarak lari yang tercatat di alat sebagai pecahan biasa tapi lebih mudah dipahami sebagai desimal, atau ukuran meja yang tertulis desimal tapi perlu diubah ke pecahan campuran untuk dibandingkan dengan mistar berskala pecahan.

⚡ Prinsip praktis

Pecahan biasa ke campuran: bagi pembilang dengan penyebut, sisanya jadi pembilang baru
Pecahan campuran ke biasa: (bilangan bulat × penyebut + pembilang) penyebut
Pecahan ke desimal: bagi pembilang dengan penyebut secara langsung (pembagian bersusun)

🧩 Contoh masalah

Seorang pelari mencatatkan jarak tempuh 174 km pada aplikasi olahraganya. Ubahlah 174 menjadi pecahan campuran, lalu menjadi bentuk desimal.

DIKETAHUI
Jarak tempuh dalam bentuk pecahan biasa 174 km
DITANYAKAN
Bentuk pecahan campuran dan bentuk desimal dari 174

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Bagi pembilang dengan penyebut: 17 ÷ 4 = 4 sisa 1
  2. Tulis hasil baginya sebagai bagian bulat dan sisanya sebagai pembilang baru: 4 14
  3. Untuk bentuk desimal, bagi langsung 17 ÷ 4 = 4,25 (karena 14 = 0,25)
  4. Bandingkan ketiga bentuk: 174 = 4 14 = 4,25, semuanya mewakili jarak yang sama
Kesimpulan: 174 km sama dengan 4 14 km, dan sama dengan 4,25 km.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Pecahan biasa, pecahan campuran, dan desimal hanyalah tiga bahasa berbeda untuk menyatakan bagian dari satu satuan. Pembagian pembilang dengan penyebut adalah jembatan antara ketiganya: hasil bagi yang bulat menjadi bagian utuh (baik pada campuran maupun sebagai angka di depan koma pada desimal), dan sisanya menjadi bagian pecahan (baik sebagai pecahan sisa maupun sebagai angka di belakang koma).

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Mengubah 174 menjadi 17,4 dengan hanya memindahkan tanda koma, padahal seharusnya dibagi terlebih dahulu.
  • Salah menulis pecahan campuran, misalnya menulis 4 174 karena lupa mengganti pembilang dengan sisa pembagian, bukan pembilang asal.
  • Menganggap desimal 4,25 berarti 4 dan 25100 tanpa menyadari itu sama dengan 4 1/4, sehingga sulit membandingkan dengan bentuk pecahan.

🎯 Sekarang giliranmu

Panjang sebuah meja belajar tercatat 278 meter. Ubahlah 278 menjadi pecahan campuran dan bentuk desimal.

Lihat jawaban setelah mencoba
27 ÷ 8 = 3 sisa 3, jadi pecahan campurannya 3 3/8. Bentuk desimalnya 27 ÷ 8 = 3,375.

✅ Cek pemahaman

Coba jelaskan dengan kalimatmu sendiri kenapa 4 1/4, 17/4, dan 4,25 dianggap sebagai tiga cara menulis nilai yang sama persis, bukan tiga nilai yang berbeda.

📚 Rujukan penyusunan: CP Matematika menurut Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 dan Panduan Mata Pelajaran Matematika 2025 (Kemendikdasmen).