Matematika SD / Kelas 6 / Semester 2
PEMBERHENTIAN 7 DARI 18

Gabungan bangun ruang

Komposisi/dekomposisi

💡 Konsep intinya

Bangun ruang gabungan terbentuk dari dua bangun ruang sederhana atau lebih yang disatukan, misalnya balok digabung prisma segitiga membentuk rumah-rumahan. Sebaliknya, dekomposisi adalah memecah bangun ruang yang kompleks menjadi bangun-bangun ruang sederhana penyusunnya, supaya lebih mudah dianalisis, misalnya untuk mengetahui tinggi total atau menghitung volumenya.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Konsep gabungan bangun ruang dipakai saat membuat maket rumah dari balok dan atap prisma segitiga, menyusun menara mainan dari kubus dan balok yang ditumpuk, atau merancang bangunan gedung bertingkat dari balok-balok.

⚡ Prinsip praktis

Bangun ruang gabungan = penyatuan dua atau lebih bangun ruang sederhana yang sudah dikenal.
Dekomposisi = memecah bangun ruang kompleks menjadi bangun-bangun ruang sederhana penyusunnya.
Jika bangun-bangun ruang ditumpuk searah tinggi tanpa saling menembus, tinggi total = jumlah tinggi tiap bagian.

🧩 Contoh masalah

Sebuah maket rumah terbuat dari balok berukuran panjang 20cm, lebar 15cm, tinggi 12cm sebagai badan rumah, ditambah atap berbentuk prisma segitiga (alas segitiga 20cm, tinggi segitiga 8cm, panjang prisma 15cm) yang diletakkan di atasnya. Bangun ruang apa saja penyusun maket ini, dan berapa tinggi total maket dari lantai sampai puncak atap?

DIKETAHUI
Balok p=20cm, l=15cm, t=12cm; prisma segitiga: alas=20cm, tinggi segitiga=8cm, panjang=15cm
DITANYAKAN
Bangun ruang penyusun maket dan tinggi total maket

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Kenali kedua bangun ruang penyusun maket: balok sebagai badan rumah, dan prisma segitiga sebagai atap.
  2. Tinggi badan rumah (balok) dari lantai sampai batas atap adalah 12cm.
  3. Tinggi atap (prisma segitiga, diukur dari alas sampai puncak) sama dengan tinggi segitiganya, yaitu 8cm.
  4. Jumlahkan tinggi kedua bagian: 12cm + 8cm = 20cm.
Kesimpulan: Maket rumah tersusun dari balok dan prisma segitiga, dengan tinggi total 20 cm dari lantai sampai puncak atap.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Saat dua bangun ruang ditumpuk tanpa saling menembus, tinggi totalnya adalah penjumlahan tinggi masing-masing bagian yang diukur pada arah vertikal yang sama. Karena itu, mengenali dengan tepat bangun ruang apa saja yang membentuk gabungan harus dilakukan lebih dulu sebelum menjumlahkan ukurannya.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Salah mengenali bangun penyusun, misalnya mengira atapnya berbentuk limas padahal bentuknya prisma segitiga yang memanjang, bukan meruncing ke satu titik.
  • Menjumlahkan ukuran yang bukan arah tinggi, misalnya malah menjumlahkan panjang balok dengan tinggi segitiga atap.
  • Lupa bahwa tinggi prisma segitiga yang dihitung sebagai atap adalah tinggi segitiganya, bukan panjang prisma yang searah dengan panjang rumah.

🎯 Sekarang giliranmu

Sebuah menara mainan disusun dari kubus dengan panjang rusuk 15cm sebagai dasar, ditumpuk dengan balok berukuran panjang 15cm, lebar 15cm, tinggi 25cm di atasnya. Sebutkan bangun ruang penyusunnya dan hitung tinggi total menara.

Lihat jawaban setelah mencoba
Penyusunnya adalah kubus dan balok. Tinggi total = 15cm (tinggi kubus, karena rusuknya 15cm) + 25cm (tinggi balok) = 40cm.

✅ Cek pemahaman

Kalau kamu ingin membuat maket gedung bertingkat dari beberapa balok yang ditumpuk, bagaimana cara menghitung tinggi total gedung itu? Apakah caranya sama dengan menjumlahkan tinggi tiap bangun penyusun pada maket rumah tadi?

📚 Rujukan penyusunan: CP Matematika menurut Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 dan Panduan Mata Pelajaran Matematika 2025 (Kemendikdasmen).