Matematika SMP / Kelas IX / Semester 1
PEMBERHENTIAN 15 DARI 15

UTS

Evaluasi pemahaman

💡 Konsep intinya

Ulangan tengah semester kelas IX menguji bab-bab yang jadi fondasi untuk SMA, terutama persamaan dan fungsi kuadrat. Ciri soalnya: kamu harus memilih cara. Untuk satu persamaan kuadrat ada tiga jalan, yaitu faktorisasi, melengkapkan kuadrat, dan rumus ABC. Ketiganya benar, tetapi kecepatannya berbeda sesuai bentuk soal. Kemampuan memilih jalan tercepat inilah yang paling menentukan nilai.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Memilih cara tercepat sesuai bentuk soal adalah kebiasaan yang berguna di luar ujian juga. Orang yang mengenali pola masalah bisa bekerja jauh lebih cepat daripada orang yang memakai satu prosedur untuk semua keadaan.

⚡ Rumus praktis

Akar bilangan bulat mudah ditebak → faktorisasi
Koefisien x genap dan a = 1 → melengkapkan kuadrat
Bentuk apa pun, terutama akar tidak bulat → rumus ABC
Periksa jawaban dengan memasukkannya kembali

Rumus adalah alat bantu. Pahami arti simbol dan kapan rumus dipakai sebelum memasukkan angka.

🧩 Contoh masalah

Selesaikan x² − 9x + 20 = 0 dengan cara tercepat. Lalu hitung diskriminan dari 3x² + 2x + 5 = 0 dan simpulkan berapa akarnya.

DIKETAHUI
Dua persamaan kuadrat seperti tertulis pada soal
DITANYAKAN
Akar persamaan pertama dan banyak akar persamaan kedua

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Persamaan pertama punya a = 1 dan konstanta 20 yang faktornya mudah dicari. Jadi faktorisasi paling cepat
  2. Cari dua bilangan dengan hasil kali 20 dan jumlah −9, yaitu −4 dan −5. Maka (x − 4)(x − 5) = 0 dan akarnya 4 serta 5
  3. Untuk persamaan kedua, hitung diskriminan: D = 2² − 4(3)(5) = 4 − 60 = −56
  4. D negatif, jadi persamaan itu tidak punya akar real
Kesimpulan: Akar persamaan pertama adalah 4 dan 5. Persamaan kedua tidak punya akar real.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Menghitung diskriminan lebih dulu pada persamaan kedua menghemat banyak waktu. Tanpa itu, kamu bisa terjebak mencoba memfaktorkan sesuatu yang memang tidak bisa difaktorkan. Waktu ujianmu habis di satu soal saja.

🧩 Contoh kedua dan pembahasan lanjutan

Ini dua persamaan lagi untuk berlatih memilih cara. Pertama, 5x² − 20 = 0. Tidak ada suku x, jadi cukup pisahkan x²: x² = 4, maka x = ±2. Rumus ABC di sini sah, tetapi membuang waktu. Kedua, x² + 4x − 1 = 0. Faktor bulatnya sulit dicari. Gunakan melengkapkan kuadrat: x² + 4x = 1, tambahkan 4, lalu (x + 2)² = 5. Jadi x = −2 ± √5.

Diskriminan memberi petunjuk sebelum kamu mulai. Pada persamaan kedua D = 16 + 4 = 20, dan 20 bukan kuadrat sempurna. Aturan praktisnya: kalau D kuadrat sempurna, akarnya rasional dan faktorisasi bisa berhasil. Kalau bukan, jangan buang waktu mencari faktor bulat. Hitungan singkat di awal sering menghemat dua menit.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Memaksa memfaktorkan persamaan yang diskriminannya negatif.
  • Memakai rumus ABC untuk semua soal, padahal faktorisasi jauh lebih cepat untuk sebagian soal.
  • Menulis akar tanpa memeriksanya kembali ke persamaan asal.

🎯 Sekarang giliranmu

Tentukan cara tercepat, lalu selesaikan 2x² − 5x − 3 = 0.

Lihat jawaban setelah mencoba
Karena a tidak sama dengan 1 dan akarnya belum jelas, rumus ABC paling aman. D = 25 + 24 = 49, sehingga x = (5 ± 7)/4, yaitu x = 3 atau x = −1/2.

✅ Cek pemahaman

Ambil lima persamaan kuadrat acak. Tulis saja cara yang akan kamu pakai untuk masing-masing, tanpa mengerjakannya. Latihan memilih strategi ini jauh lebih hemat waktu daripada mengerjakan semuanya.

📚 Rujukan penyusunan: OpenStax Prealgebra 2e, OpenStax Elementary Algebra 2e, dan muatan Matematika SMP Kemendikdasmen.