Matematika SD / Kelas 3 / Semester 1
PEMBERHENTIAN 10 DARI 10

Uang

Membaca nilai dan menyelesaikan transaksi sederhana

💡 Konsep intinya

Uang rupiah memiliki beberapa pecahan, baik uang logam (misalnya Rp500 dan Rp1.000) maupun uang kertas (misalnya Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000). Saat bertransaksi, nilai kembalian dihitung dengan mengurangkan harga barang dari uang yang dibayarkan. Hasil kembalian harus dicocokkan dengan pecahan uang yang benar-benar ada.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Menghitung nilai uang dan kembalian dipakai setiap hari saat jajan di kantin sekolah, membeli alat tulis di koperasi, atau berbelanja di warung dekat rumah.

⚡ Prinsip praktis

Nilai total uang = jumlah semua nilai pecahan uang yang dimiliki.
Kembalian = uang yang dibayarkan dikurangi harga barang.
Pecahan uang rupiah yang umum beredar: Rp500, Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, dan seterusnya.

🧩 Contoh masalah

Bela membeli sebuah buku gambar seharga Rp4.500. Ia membayar dengan selembar uang Rp5.000. Berapa kembalian yang harus diterima Bela?

DIKETAHUI
Harga buku gambar Rp4.500; uang yang dibayarkan Rp5.000
DITANYAKAN
Jumlah uang kembalian yang diterima Bela

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Tuliskan yang diketahui: harga barang Rp4.500 dan uang yang dibayarkan Rp5.000
  2. Karena mencari kembalian, gunakan pengurangan: uang yang dibayarkan dikurangi harga barang
  3. Hitung 5.000 - 4.500 dengan menyamakan satuan rupiahnya, hasilnya 500
  4. Cocokkan hasilnya dengan pecahan uang yang benar-benar ada, yaitu Rp500 memang salah satu pecahan uang logam
Kesimpulan: Kembalian yang diterima Bela adalah Rp500.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Kembalian dihitung dengan pengurangan karena penjual mengambil sejumlah uang sebesar harga barang dari uang yang dibayarkan, dan sisanya itulah yang dikembalikan kepada pembeli. Hasil pengurangan sebaiknya dicocokkan dengan pecahan uang yang benar-benar beredar supaya masuk akal.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Menjumlahkan uang yang dibayarkan dengan harga barang untuk mencari kembalian, padahal seharusnya dikurangkan.
  • Salah menyamakan satuan ribuan dan ratusan saat menghitung, misalnya menganggap Rp5.000 dikurangi Rp4.500 hasilnya Rp5 karena lupa nilai ribuannya.
  • Tidak memeriksa apakah hasil kembalian sesuai dengan pecahan uang yang benar-benar beredar, sehingga menuliskan jawaban seperti Rp350 yang sebenarnya tidak ada pecahannya.

🎯 Sekarang giliranmu

Dimas membeli dua penghapus, masing-masing seharga Rp1.500. Ia membayar dengan selembar uang Rp5.000. Berapa kembalian yang diterima Dimas?

Lihat jawaban setelah mencoba
Harga dua penghapus = 2 x Rp1.500 = Rp3.000. Kembalian = Rp5.000 - Rp3.000 = Rp2.000.

✅ Cek pemahaman

Kenapa saat menghitung kembalian kita harus tahu dulu harga total barang yang dibeli, terutama kalau membeli lebih dari satu barang?

📚 Rujukan penyusunan: CP Matematika menurut Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 dan Panduan Mata Pelajaran Matematika 2025 (Kemendikdasmen).