Matematika SD / Kelas 3 / Semester 1
PEMBERHENTIAN 9 DARI 10

Soal cerita tambah-kurang

Problem solving

💡 Konsep intinya

Soal cerita tambah-kurang perlu dibaca dengan cermat untuk menemukan kata kunci yang menunjukkan operasi yang tepat, misalnya 'membeli lagi' atau 'bertambah' berarti penjumlahan, sedangkan 'memberikan' atau 'terjual' berarti pengurangan. Kadang satu soal cerita berisi dua kejadian, sehingga harus diselesaikan dua langkah berurutan sesuai urutan kejadian dalam cerita.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Soal cerita tambah-kurang dipakai saat menghitung koleksi stiker atau kartu yang berubah karena jual-beli dengan teman, atau menghitung hasil panen yang berubah karena sebagian dijual dan sebagian ditambah dari panen baru.

⚡ Prinsip praktis

Kata kunci 'membeli lagi', 'ditambah', atau 'mendapat' menunjukkan operasi penjumlahan.
Kata kunci 'memberikan', 'terjual', atau 'hilang' menunjukkan operasi pengurangan.
Soal dengan dua kejadian dikerjakan berurutan: hasil langkah pertama menjadi bahan untuk langkah kedua.

🧩 Contoh masalah

Rani mempunyai 275 stiker. Ia membeli lagi 148 stiker dari temannya, lalu memberikan 96 stiker kepada adiknya. Berapa jumlah stiker Rani sekarang?

DIKETAHUI
Stiker awal 275, tambahan pembelian 148, stiker yang diberikan 96
DITANYAKAN
Jumlah stiker Rani sekarang

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Kenali kata kunci dalam cerita: 'membeli lagi' berarti penjumlahan, 'memberikan' berarti pengurangan
  2. Jumlahkan dulu stiker awal dengan stiker tambahan sesuai urutan kejadian: 275 + 148 = 423
  3. Kurangi hasil itu dengan stiker yang diberikan kepada adik, sesuai kejadian berikutnya: 423 - 96 = 327
  4. Periksa kembali kedua langkah operasi dengan menghitung ulang penjumlahan dan pengurangannya
Kesimpulan: Jumlah stiker Rani sekarang adalah 327 stiker.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Soal cerita dengan dua kejadian berurutan (bertambah lalu berkurang) harus diselesaikan sesuai urutan waktu kejadiannya, karena hasil dari operasi pertama menjadi bahan untuk operasi kedua. Kita tidak bisa langsung menjumlahkan atau mengurangi semua angka sekaligus tanpa memperhatikan urutan ceritanya.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Salah memilih operasi karena tidak memperhatikan kata kunci dalam cerita, misalnya menganggap 'memberikan' berarti menambah stiker Rani.
  • Mengerjakan operasi dengan urutan yang salah, misalnya mengurangi dulu sebelum menjumlahkan padahal urutan kejadian dalam cerita berbeda.
  • Hanya mengerjakan satu langkah operasi pada soal yang sebenarnya membutuhkan dua langkah, sehingga jawabannya tidak lengkap.

🎯 Sekarang giliranmu

Pak Joko memanen 384 mangga hari ini. Ia menjual 215 mangga ke pasar, kemudian memetik lagi 60 mangga dari kebun tetangga. Berapa jumlah mangga Pak Joko sekarang?

Lihat jawaban setelah mencoba
384 - 215 = 169 (setelah dijual), lalu 169 + 60 = 229. Jumlah mangga Pak Joko sekarang adalah 229.

✅ Cek pemahaman

Kenapa urutan pengerjaan pada soal cerita dua langkah harus mengikuti urutan kejadian dalam cerita, bukan urutan angka yang disebutkan lebih dulu?

📚 Rujukan penyusunan: CP Matematika menurut Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 dan Panduan Mata Pelajaran Matematika 2025 (Kemendikdasmen).