Matematika SD / Kelas 4 / Semester 1
PEMBERHENTIAN 11 DARI 12

Pola bilangan

Pola penjumlahan/pengurangan

💡 Konsep intinya

Pola bilangan penjumlahan atau pengurangan terbentuk ketika tiap suku berikutnya didapat dengan menambahkan atau mengurangi angka tetap yang sama dari suku sebelumnya. Untuk menemukan aturan pola, kita menghitung selisih antara suku-suku yang berurutan; kalau selisihnya selalu sama, angka itulah aturan polanya, dan bisa dipakai untuk memprediksi suku-suku berikutnya tanpa harus menuliskan semuanya satu per satu.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Pola bilangan muncul pada catatan tabungan mingguan yang bertambah tetap tiap minggu, nomor antrean loket yang berurutan, atau stok barang yang berkurang tetap tiap hari karena terjual dengan jumlah yang sama.

⚡ Prinsip praktis

Pola naik: tiap suku bertambah dengan angka tetap dari suku sebelumnya
Pola turun: tiap suku berkurang dengan angka tetap dari suku sebelumnya
Aturan pola = selisih tetap antara dua suku yang berurutan

🧩 Contoh masalah

Setiap minggu Rina menabung dan mencatat saldo tabungannya: Rp1.200, Rp1.450, Rp1.700, Rp1.950, dan seterusnya. Berapa saldo tabungan Rina pada minggu kelima dan minggu keenam jika pola ini terus berlanjut?

DIKETAHUI
Saldo empat minggu pertama: 1.200, 1.450, 1.700, 1.950
DITANYAKAN
Saldo pada minggu kelima dan minggu keenam

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Hitung selisih antar suku yang berurutan: 1.450−1.200=250
  2. Periksa selisih suku berikutnya: 1.700−1.450=250, dan 1.950−1.700=250, ternyata selisihnya selalu tetap 250
  3. Hitung suku ke-5: 1.950+250=2.200
  4. Hitung suku ke-6: 2.200+250=2.450
Kesimpulan: Saldo tabungan Rina pada minggu kelima Rp2.200 dan minggu keenam Rp2.450.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Karena selisih antar suku sudah terbukti tetap di setiap pasangan suku yang diperiksa, kita bisa yakin aturan itu akan terus berlaku untuk suku-suku berikutnya, sehingga suku baru bisa langsung diprediksi dengan menambahkan selisih itu ke suku terakhir yang sudah diketahui, tanpa perlu menuliskan ulang seluruh urutan dari awal.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Hanya menghitung selisih dari dua suku pertama saja lalu langsung menyimpulkan aturan polanya, tanpa memeriksa apakah selisih itu juga tetap pada suku-suku berikutnya.
  • Menambahkan selisih ke suku pertama secara berulang alih-alih menambahkannya ke suku terakhir yang sudah diketahui.
  • Salah menentukan arah pola, mengira polanya berkurang padahal setiap suku pada contoh soal jelas semakin besar dari suku sebelumnya.

🎯 Sekarang giliranmu

Sebuah pola bilangan: 850, 700, 550, 400, .... Tentukan dua suku berikutnya.

Lihat jawaban setelah mencoba
Selisih tetap = −150 (berkurang 150 tiap suku). Suku berikutnya: 400−150=250, lalu 250−150=100.

✅ Cek pemahaman

Coba jelaskan dengan kalimatmu sendiri bagaimana caramu memastikan bahwa pola 850, 700, 550, 400 benar-benar berkurang dengan angka yang sama tiap kali, bukan angka acak.

📚 Rujukan penyusunan: CP Matematika menurut Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 dan Panduan Mata Pelajaran Matematika 2025 (Kemendikdasmen).