Matematika SD / Kelas 4 / Semester 1
PEMBERHENTIAN 6 DARI 12

Pembagian

Strategi pembagian

💡 Konsep intinya

Pembagian berarti mencari berapa kali suatu bilangan (pembagi) bisa diambil dari bilangan lain (yang dibagi) secara merata. Kalau pengambilan itu tidak bisa habis sama sekali, akan tersisa jumlah kecil yang disebut sisa, dan sisa itu selalu harus lebih kecil dari pembaginya, karena kalau sisanya masih sama besar atau lebih besar dari pembagi, berarti sebenarnya masih bisa dibagi satu kali lagi.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Pembagian bersisa dipakai saat membagi barang ke beberapa kelompok secara merata, misalnya membagi pensil ke kelompok belajar, membagi anak ke dalam regu olahraga, atau membagi kue ke beberapa piring, ketika jumlah barangnya tidak selalu tepat habis.

⚡ Prinsip praktis

Pembagian = mencari berapa kali pembagi bisa diambil dari yang dibagi
Pembagian bersisa terjadi kalau hasilnya tidak habis: a÷b = c sisa r
Aturan sisa: a = (b×c)+r, dengan syarat r harus lebih kecil dari b

🧩 Contoh masalah

Bu guru punya 53 pensil yang akan dibagikan sama rata kepada 6 kelompok siswa. Berapa pensil yang diterima tiap kelompok, dan berapa sisa pensil yang tidak terbagi?

DIKETAHUI
53 pensil, 6 kelompok
DITANYAKAN
Pensil yang diterima tiap kelompok dan sisanya

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Cari kelipatan 6 yang paling besar tetapi tidak melebihi 53: 6×8=48
  2. Karena 6×8=48 adalah yang terbesar tanpa melebihi 53, tiap kelompok mendapat 8 pensil
  3. Hitung sisa: 53−48=5
  4. Periksa syarat sisa: 5 harus lebih kecil dari pembagi 6, dan memang 5<6, jadi jawaban ini sudah benar
Kesimpulan: Tiap kelompok mendapat 8 pensil, dan sisa 5 pensil yang tidak terbagi.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Sisa pembagian wajib lebih kecil dari pembagi karena kalau sisanya masih sebesar atau lebih besar dari pembagi, itu artinya sisa tersebut sebenarnya masih cukup untuk membentuk satu kelompok penuh lagi, sehingga hasil bagi seharusnya ditambah satu lagi dan proses mencari kelipatan terbesar belum selesai.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Berhenti mencari kelipatan sebelum mencapai yang terbesar, misalnya memakai 6×7=42 sehingga sisa yang didapat (11) padahal 11 masih lebih besar dari 6 dan seharusnya masih bisa dibagi lagi.
  • Menuliskan hasil bagi dan sisa secara terbalik, misalnya menjawab '6 sisa 8' alih-alih '8 sisa 5'.
  • Mengira pembagian harus selalu habis tanpa sisa, sehingga saat menemukan sisa, hasilnya dibulatkan begitu saja tanpa menuliskan sisanya sama sekali.

🎯 Sekarang giliranmu

47 kelereng akan dibagi rata kepada 5 anak. Berapa kelereng yang diterima tiap anak, dan berapa sisanya?

Lihat jawaban setelah mencoba
5×9=45 adalah kelipatan terbesar yang tidak melebihi 47, jadi tiap anak dapat 9 kelereng, dengan sisa 47−45=2 kelereng.

✅ Cek pemahaman

Kenapa sisa pembagian harus selalu lebih kecil dari angka pembaginya? Apa yang sebenarnya terjadi kalau sisanya ternyata sama besar atau lebih besar dari pembagi?

📚 Rujukan penyusunan: CP Matematika menurut Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 dan Panduan Mata Pelajaran Matematika 2025 (Kemendikdasmen).