Matematika SD / Kelas 5 / Semester 1
PEMBERHENTIAN 9 DARI 15

Pembagian

Bilangan cacah

💡 Konsep intinya

Pembagian bilangan cacah dengan cara bersusun (porogapit) dilakukan dengan membagi dari digit paling kiri bilangan yang dibagi, mencari berapa kali pembagi bisa masuk tanpa melebihi nilai itu, menuliskan hasilnya, lalu mengalikan kembali dan mengurangkannya untuk mencari sisa. Sisa itu kemudian digabung dengan digit berikutnya, dan proses membagi-mengali-mengurangi-menurunkan digit ini diulang sampai semua digit habis diproses.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Pembagian bersusun dipakai saat membagi rata sejumlah barang ke beberapa kelompok atau wadah, misalnya membagi stok buku perpustakaan ke sejumlah rak yang sama banyak, atau membagi total dana kegiatan ke sejumlah kelas secara merata.

⚡ Prinsip praktis

Langkah porogapit: bagi, kali, kurang, turunkan digit berikutnya, ulangi
Hasil bagi benar kalau (hasil bagi × pembagi) + sisa = bilangan yang dibagi
4.536 : 36 = 126, karena 36 × 126 = 4.536

🧩 Contoh masalah

Perpustakaan sekolah punya 4.536 buku yang akan disusun rata ke 36 rak. Berapa buku yang harus diletakkan di setiap rak?

DIKETAHUI
Total buku = 4.536, banyak rak = 36
DITANYAKAN
Banyak buku di setiap rak

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Tulis pembagiannya: 4.536 : 36
  2. Lihat 45 (dua digit pertama): 36 masuk ke 45 sebanyak 1 kali (36×1=36), sisa 45−36=9, tulis 1 sebagai digit pertama hasil bagi
  3. Turunkan digit berikutnya (3) sehingga menjadi 93: 36 masuk ke 93 sebanyak 2 kali (36×2=72), sisa 93−72=21, tulis 2 sebagai digit kedua hasil bagi
  4. Turunkan digit terakhir (6) sehingga menjadi 216: 36 masuk ke 216 sebanyak 6 kali (36×6=216), sisa 0, tulis 6 sebagai digit ketiga hasil bagi
  5. Gabungkan digit hasil bagi: 126, dan periksa 36×126=4.536, sesuai
Kesimpulan: Setiap rak akan diisi 126 buku.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Membagi dari digit paling kiri memastikan kita selalu bekerja dengan nilai yang cukup besar untuk dibagi oleh pembagi tanpa hasil negatif. Menurunkan digit berikutnya setelah tiap pengurangan sama seperti menggabungkan sisa yang belum habis dibagi dengan angka baru, sehingga bilangan yang tersisa terus diperbarui sampai seluruh digit bilangan asli sudah diproses.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Menebak angka hasil bagi terlalu besar sehingga hasil kali dengan pembagi melebihi bilangan yang sedang dibagi, misalnya mencoba 36×3 padahal seharusnya 36×2 untuk 93.
  • Lupa menuliskan angka 0 pada hasil bagi ketika pembagi tidak bisa masuk ke bagian bilangan tertentu, sehingga jumlah digit hasil bagi jadi salah.
  • Salah menurunkan digit berikutnya, misalnya melewati satu digit atau menurunkan dua digit sekaligus, sehingga bilangan yang dibagi pada langkah itu jadi keliru.

🎯 Sekarang giliranmu

Sebuah gudang membagi 6.325 kg beras ke dalam karung yang masing-masing berisi 25 kg. Berapa banyak karung yang dibutuhkan?

Lihat jawaban setelah mencoba
253 karung. 6.325:25 → 63:25=2 sisa 13 (tulis 2); turunkan 2 jadi 132:25=5 sisa 7 (tulis 5); turunkan 5 jadi 75:25=3 sisa 0 (tulis 3); hasil bagi 253, dan 25×253=6.325.

✅ Cek pemahaman

Coba jelaskan dengan kalimatmu sendiri kenapa dalam pembagian porogapit, setelah mengurangkan hasil kali dari bagian bilangan yang sedang diproses, kita harus menurunkan digit berikutnya sebelum melanjutkan, bukan langsung berhenti di situ.

📚 Rujukan penyusunan: CP Matematika menurut Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 dan Panduan Mata Pelajaran Matematika 2025 (Kemendikdasmen).