Matematika SD / Kelas 6 / Semester 1
PEMBERHENTIAN 10 DARI 13

Pola pembagian

Mengenali pola mengecil

💡 Konsep intinya

Pola pembagian adalah barisan bilangan yang setiap sukunya didapat dengan membagi suku sebelumnya dengan bilangan tetap tertentu, sehingga nilainya semakin mengecil. Untuk mengenali pola ini, bandingkan hasil bagi antara satu suku dengan suku sesudahnya, atau lihat apakah setiap suku merupakan hasil bagi tetap dari suku sebelumnya.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Pola pembagian muncul pada pantulan bola yang makin rendah setiap kali memantul, penguapan air dari wadah setiap jam, atau pengenceran larutan obat yang konsentrasinya berkurang setengah pada setiap tahap.

⚡ Prinsip praktis

Pembagi tetap = suku sebelumnya ÷ suku berikutnya
Suku berikutnya = suku sekarang ÷ pembagi tetap
Pola pembagian mengecil semakin lambat mendekati nol tetapi tidak pernah negatif kalau pembaginya positif

🧩 Contoh masalah

Sebuah bola dijatuhkan dari ketinggian 160 cm. Setiap kali memantul, tingginya menjadi setengah dari pantulan sebelumnya. Berapa tinggi pantulan kelima, dan pada pantulan keberapa tingginya pertama kali kurang dari 10 cm?

DIKETAHUI
Ketinggian jatuh awal 160 cm, setiap pantulan tingginya dibagi 2
DITANYAKAN
Tinggi pantulan kelima, dan pantulan keberapa yang pertama kali kurang dari 10 cm

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Hitung pantulan pertama: 160 ÷ 2 = 80 cm
  2. Lanjutkan pembagian berturut-turut: pantulan kedua = 80÷2 = 40, pantulan ketiga = 40÷2 = 20
  3. Lanjutkan: pantulan keempat = 20÷2 = 10, pantulan kelima = 10÷2 = 5
  4. Periksa satu per satu mulai pantulan pertama sampai ditemukan tinggi kurang dari 10 cm: pantulan keempat masih 10 cm (belum kurang), pantulan kelima 5 cm (sudah kurang dari 10)
Kesimpulan: Tinggi pantulan kelima adalah 5 cm, dan pantulan yang pertama kali tingginya kurang dari 10 cm adalah pantulan kelima.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Karena setiap pantulan selalu setengah dari pantulan sebelumnya, tingginya tidak berkurang dengan selisih tetap, melainkan berkurang dengan perbandingan tetap. Itu sebabnya bola tidak pernah benar-benar berhenti memantul secara matematis (tingginya terus dibagi dua, mendekati nol tapi sangat lambat), meskipun dalam kenyataan bola berhenti karena gesekan udara dan lantai.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Mengurangi tinggi dengan bilangan tetap (misalnya selalu −20) alih-alih membaginya dengan 2, sehingga pola yang terbentuk pola pengurangan, bukan pembagian.
  • Salah menghitung pantulan yang dimaksud karena menghitung ketinggian jatuh awal (160 cm) sebagai pantulan pertama, padahal itu sebelum bola memantul sama sekali.
  • Berhenti memeriksa terlalu cepat, misalnya langsung menjawab pantulan keempat (10 cm) sebagai jawaban 'kurang dari 10', padahal 10 sama dengan 10, bukan kurang dari 10.

🎯 Sekarang giliranmu

Sebuah bilangan awal 2.430 dibagi 3 secara berulang untuk membentuk pola: 2.430, 810, 270, ... Tentukan suku keempat, dan suku keberapa yang nilainya pertama kali kurang dari 50.

Lihat jawaban setelah mencoba
Suku-sukunya: 2.430, 810, 270, 90, 30, 10. Suku keempat adalah 90. Suku yang pertama kali kurang dari 50 adalah suku kelima, yaitu 30.

✅ Cek pemahaman

Coba jelaskan dengan kalimatmu sendiri kenapa pola pembagian dengan bilangan tetap 2 tidak akan pernah menghasilkan nol, meskipun angkanya terus mengecil mendekati nol.

📚 Rujukan penyusunan: CP Matematika menurut Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 dan Panduan Mata Pelajaran Matematika 2025 (Kemendikdasmen).