Matematika SD / Kelas 6 / Semester 1
PEMBERHENTIAN 9 DARI 13

Pola perkalian

Mengenali pola membesar

💡 Konsep intinya

Pola perkalian adalah barisan bilangan yang setiap sukunya didapat dengan mengalikan suku sebelumnya dengan bilangan tetap tertentu, sehingga nilainya semakin membesar dengan cepat. Untuk mengenali pola ini, bandingkan hasil bagi antara satu suku dengan suku sebelumnya; kalau hasil baginya selalu sama, itu adalah pengali tetap dari pola tersebut.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Pola perkalian muncul pada penataan kursi bertingkat dalam pertunjukan, penyebaran informasi dari mulut ke mulut, atau perkembangbiakan sel yang jumlahnya berlipat ganda pada setiap tahap.

⚡ Prinsip praktis

Pengali tetap = suku berikutnya ÷ suku sebelumnya
Suku berikutnya = suku sekarang × pengali tetap
Pola perkalian membesar jauh lebih cepat daripada pola penjumlahan tetap

🧩 Contoh masalah

Panitia pertunjukan wayang menata kursi dengan pola: baris pertama ada 3 kursi, dan setiap baris berikutnya jumlah kursinya dua kali lipat dari baris sebelumnya. Berapa jumlah kursi pada baris kelima, dan berapa total kursi dari baris pertama sampai kelima?

DIKETAHUI
Baris pertama 3 kursi, setiap baris berikutnya dikalikan 2
DITANYAKAN
Jumlah kursi pada baris kelima, dan total kursi baris 1 sampai 5

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Tulis suku pertama: baris 1 = 3
  2. Kalikan berturut-turut dengan 2 untuk mendapat suku berikutnya: baris 2 = 3×2 = 6, baris 3 = 6×2 = 12
  3. Lanjutkan: baris 4 = 12×2 = 24, baris 5 = 24×2 = 48
  4. Jumlahkan semua suku dari baris 1 sampai 5: 3 + 6 + 12 + 24 + 48 = 93
Kesimpulan: Jumlah kursi pada baris kelima adalah 48 kursi, dan total kursi dari baris 1 sampai 5 adalah 93 kursi.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Karena setiap baris selalu dua kali lebih banyak dari baris sebelumnya, jumlahnya tidak bertambah dengan selisih tetap seperti pola penjumlahan, melainkan berlipat ganda. Itu sebabnya pola perkalian terlihat lambat di awal (3, 6, 12) tetapi membesar sangat cepat setelah beberapa langkah (24, 48), karena setiap pelipatan mengalikan seluruh nilai sebelumnya, bukan hanya menambah bagian kecil tetap.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Menambahkan bilangan tetap (misalnya selalu +3) alih-alih mengalikan dengan 2, sehingga pola yang terbentuk adalah pola penjumlahan, bukan perkalian.
  • Salah menghitung pengali karena hanya melihat dua suku pertama (3 dan 6) lalu mengira pengalinya adalah 3, padahal 6÷3 = 2.
  • Lupa menjumlahkan seluruh suku dari baris 1 sampai 5 saat diminta total, dan hanya menjawab nilai baris kelima saja.

🎯 Sekarang giliranmu

Sebuah pola bilangan dimulai dari 5, dan setiap suku berikutnya adalah 3 kali suku sebelumnya: 5, 15, 45, 135, ... Tentukan suku kelima, dan jumlah dari suku pertama sampai suku kelima.

Lihat jawaban setelah mencoba
Suku-sukunya: 5, 15, 45, 135, 405. Suku kelima adalah 405. Jumlah dari suku pertama sampai kelima: 5+15+45+135+405 = 605.

✅ Cek pemahaman

Coba jelaskan dengan kalimatmu sendiri kenapa pola perkalian bisa menghasilkan bilangan yang jauh lebih besar dibanding pola penjumlahan setelah beberapa langkah, walau nilai awalnya kecil.

📚 Rujukan penyusunan: CP Matematika menurut Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 dan Panduan Mata Pelajaran Matematika 2025 (Kemendikdasmen).