Matematika SMA / Kelas XI / Semester 1
BAB 2 · MATERI 2 DARI 5

Fungsi Eksponen

Memahami sifat fungsi eksponen dan aplikasinya

💡 Konsep Inti

Fungsi eksponen berbentuk f(x) = aˣ dengan a positif dan tidak sama dengan 1. Yang membedakannya dari fungsi kuadrat adalah letak variabelnya: pada fungsi eksponen, variabel berada di pangkat, bukan di basis. Akibatnya pertumbuhannya jauh lebih cepat. Bila a lebih dari 1, grafiknya naik dan menggambarkan pertumbuhan. Bila a antara 0 dan 1, grafiknya turun dan menggambarkan peluruhan. Grafik fungsi eksponen selalu melalui titik (0, 1) dan tidak pernah menyentuh sumbu x.

🌍 Penggunaan Konsep Ini

Model eksponen dipakai untuk pertumbuhan penduduk, bunga majemuk pada tabungan dan pinjaman, dan penyebaran penyakit di tahap awal. Peluruhan zat radioaktif dan penyusutan nilai kendaraan juga mengikuti model ini.

⚡ Rumus dan Prinsip

f(x) = aˣ dengan a > 0 dan a ≠ 1
Pertumbuhan: N = N₀(1 + r)ᵗ
Peluruhan: N = N₀(1 − r)ᵗ
Grafik selalu melalui (0, 1)

Perhatikan syarat penggunaan rumus, arti setiap variabel, dan domain nilai yang diperbolehkan.

🧩 Contoh Masalah

Populasi bakteri mula-mula 200 dan berlipat dua setiap jam. Berapa jumlahnya setelah 4 jam, dan setelah berapa jam jumlahnya mencapai 6.400?

DIKETAHUI
Jumlah awal N₀ = 200; berlipat dua tiap jam
DITANYAKAN
Jumlah setelah 4 jam dan waktu untuk mencapai 6.400

✏️ Penyelesaian Langkah demi Langkah

  1. Susun modelnya: N = 200 × 2ᵗ dengan t dalam jam
  2. Untuk t = 4: N = 200 × 2⁴ = 200 × 16 = 3.200 bakteri
  3. Untuk mencapai 6.400, susun 200 × 2ᵗ = 6.400 sehingga 2ᵗ = 32
  4. Karena 2⁵ = 32, maka t = 5 jam
Kesimpulan: Setelah 4 jam terdapat 3.200 bakteri, dan jumlah 6.400 tercapai setelah 5 jam.

🔍 Strategi Berpikir

Perhatikan betapa cepatnya pertumbuhan ini. Dari 4 jam ke 5 jam, jumlahnya bertambah 3.200 ekor, padahal pada jam pertama pertambahannya hanya 200 ekor. Inilah ciri khas pertumbuhan eksponen: pertambahannya sendiri ikut bertambah, sehingga sering mengejutkan bila hanya diperkirakan secara linear.

🧩 Contoh kedua dan pembahasan lanjutan

Sebuah sepeda motor seharga Rp50 juta turun nilainya 10% setiap tahun. Berapa nilainya setelah 3 tahun? Penurunan 10% berarti nilai tahun berikutnya 90% dari nilai sebelumnya, jadi faktor pengalinya 0,9. Nilai setelah 3 tahun adalah 50 × 0,9³ = 50 × 0,729 = 36,45 juta rupiah.

Gunakan estimasi untuk memeriksa. Kalau penurunan dianggap tetap 10% dari harga awal tiap tahun, nilainya 50 − 15 = 35 juta setelah 3 tahun. Jawaban eksponen, 36,45 juta, sedikit lebih tinggi. Itu masuk akal karena potongan 10% tiap tahun dihitung dari harga yang makin kecil. Nominal penurunannya pun mengecil, yaitu sekitar 5 juta, 4,5 juta, lalu 4,05 juta. Jumlahnya 13,55 juta, dan 50 − 13,55 = 36,45 juta.

⚠️ Kekeliruan yang Sering Muncul

  • Mengalikan jumlah awal dengan waktu, seolah pertumbuhannya linear.
  • Menuliskan model sebagai 200 × t² karena tertukar dengan fungsi kuadrat.
  • Melupakan bahwa aˣ tidak pernah bernilai nol atau negatif.

🎯 Latihan Mandiri

Modal Rp1.000.000 tumbuh 10% per tahun secara majemuk. Berapa nilainya setelah 2 tahun?

Lihat pembahasan setelah mencoba
N = 1.000.000 × (1,1)² = 1.000.000 × 1,21 = Rp1.210.000. Perhatikan bahwa hasilnya lebih dari Rp1.200.000 karena bunga tahun kedua dihitung dari saldo yang sudah bertambah.

✅ Refleksi

Bandingkan tabungan Rp1.000.000 dengan bunga tetap Rp100.000 per tahun terhadap bunga majemuk 10% per tahun, selama sepuluh tahun. Berapa selisihnya, dan apa artinya?

📚 Catatan pembelajaran: materi disusun sebagai kerangka umum Matematika SMA dan dapat diselaraskan dengan CP, TP, ATP, asesmen, serta kebijakan Kurikulum Merdeka di sekolah.