Matematika SMA / Kelas XI / Semester 2
BAB 6 · MATERI 1 DARI 5

Transformasi Geometri

Menerapkan translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi

💡 Konsep Inti

Transformasi geometri di tingkat SMA memakai pendekatan koordinat dan matriks, sehingga setiap jenis transformasi punya aturan yang dapat ditulis secara umum. Ada empat jenis. Translasi menggeser tanpa mengubah bentuk maupun ukuran. Refleksi mencerminkan terhadap sebuah garis. Rotasi memutar terhadap satu titik pusat. Dilatasi mengubah ukuran dengan faktor skala tertentu. Tiga jenis pertama disebut isometri karena menjaga jarak, sedangkan dilatasi tidak.

🌍 Penggunaan Konsep Ini

Transformasi adalah dasar grafika komputer. Setiap kali objek dalam permainan bergerak, berputar, atau membesar, yang terjadi adalah perkalian matriks transformasi terhadap koordinat titik-titiknya. Robotika juga memakai konsep yang sama untuk menghitung posisi lengan mesin.

⚡ Rumus dan Prinsip

Translasi (a, b): (x, y) → (x + a, y + b)
Refleksi sumbu x: (x, y) → (x, −y)
Refleksi garis y = x: (x, y) → (y, x)
Rotasi 90° berlawanan jarum jam: (x, y) → (−y, x)

Perhatikan syarat penggunaan rumus, arti setiap variabel, dan domain nilai yang diperbolehkan.

🧩 Contoh Masalah

Titik A(3, 2) dirotasikan 90° berlawanan arah jarum jam terhadap titik asal, lalu hasilnya dicerminkan terhadap garis y = x. Tentukan koordinat akhirnya.

DIKETAHUI
Titik A(3, 2) dengan dua transformasi berurutan
DITANYAKAN
Koordinat setelah kedua transformasi

✏️ Penyelesaian Langkah demi Langkah

  1. Rotasi 90° berlawanan jarum jam mengubah (x, y) menjadi (−y, x)
  2. Maka A(3, 2) menjadi (−2, 3)
  3. Refleksi terhadap garis y = x menukar posisi kedua koordinat
  4. Sehingga (−2, 3) menjadi (3, −2)
Kesimpulan: Koordinat akhirnya adalah (3, −2).

🔍 Strategi Berpikir

Aturan rotasi 90° dapat diperiksa dengan menggambar. Titik (3, 2) berada di kuadran pertama, dan setelah diputar seperempat putaran berlawanan jarum jam seharusnya berpindah ke kuadran kedua. Hasil (−2, 3) memang berada di sana, sehingga aturannya masuk akal. Menggambar sketsa kasar selalu membantu memeriksa jawaban transformasi.

🧩 Contoh kedua dan pembahasan lanjutan

Titik P(2, −1) didilatasi terhadap titik asal dengan faktor 3, lalu ditranslasikan oleh (−4, 5). Dilatasi mengalikan kedua koordinat: (6, −3). Translasi menambahkan: (6 − 4, −3 + 5) = (2, 2). Jadi bayangan akhirnya (2, 2).

Sekarang balik urutannya. Bila translasi dikerjakan lebih dulu, P menjadi (2 − 4, −1 + 5) = (−2, 4). Setelah dilatasi dengan faktor 3 diperoleh (−6, 12). Dua urutan memberi dua titik yang berbeda jauh. Pelajaran praktisnya, baca soal dengan teliti untuk menentukan transformasi mana yang lebih dulu, dan tuliskan titik di setiap tahap supaya mudah dilacak. Titik antara juga menjadi bahan pemeriksaan yang bagus, misalnya (6, −3) harus berada pada garis yang sama dengan titik asal dan P.

⚠️ Kekeliruan yang Sering Muncul

  • Membalik arah rotasi, sehingga memakai aturan searah jarum jam.
  • Mengerjakan transformasi tidak sesuai urutan yang tertulis di soal.
  • Pada refleksi terhadap garis y = x, hanya mengubah tanda alih-alih menukar koordinat.

🎯 Latihan Mandiri

Titik B(−1, 4) ditranslasikan (3, −2) lalu dicerminkan terhadap sumbu y. Tentukan hasil akhirnya.

Lihat pembahasan setelah mencoba
Translasi menghasilkan (−1 + 3, 4 − 2) = (2, 2). Refleksi terhadap sumbu y mengubah tanda x, sehingga hasilnya (−2, 2).

✅ Refleksi

Kerjakan soal contoh dengan urutan dibalik, yaitu refleksi dahulu baru rotasi. Apakah hasilnya sama? Jelaskan apa artinya bagi sifat komutatif transformasi.

📚 Catatan pembelajaran: materi disusun sebagai kerangka umum Matematika SMA dan dapat diselaraskan dengan CP, TP, ATP, asesmen, serta kebijakan Kurikulum Merdeka di sekolah.