Matematika SMA / Kelas XII / Semester 2
BAB 8 · MATERI 3 DARI 5

Distribusi Data

Melakukan analisis data lanjutan

💡 Konsep Inti

Distribusi data memperlihatkan bagaimana data tersebar, bukan sekadar di mana pusatnya. Alat utamanya adalah kuartil, yang membagi data terurut menjadi empat bagian sama banyak. Selisih kuartil atas dan bawah disebut jangkauan antarkuartil, dan nilainya dipakai untuk menentukan batas pencilan, yaitu data yang menyimpang jauh dari kelompoknya. Data di luar batas itu perlu diperiksa, sebab bisa berasal dari kesalahan pencatatan atau justru menandakan kejadian penting.

🌍 Penggunaan Konsep Ini

Deteksi pencilan dipakai untuk menemukan transaksi keuangan yang mencurigakan, hasil pengukuran yang salah catat, atau produk yang jauh menyimpang dari standar.

⚡ Rumus dan Prinsip

IQR = Q₃ − Q₁
Batas bawah pencilan: Q₁ − 1,5 × IQR
Batas atas pencilan: Q₃ + 1,5 × IQR
Persentil membagi data menjadi 100 bagian

Perhatikan syarat penggunaan rumus, arti setiap variabel, dan domain nilai yang diperbolehkan.

🧩 Contoh Masalah

Jika Q₁ = 20 dan Q₃ = 32, tentukan jangkauan antarkuartil dan batas pencilannya. Apakah data bernilai 55 termasuk pencilan?

DIKETAHUI
Q₁ = 20 dan Q₃ = 32, dengan data yang diperiksa bernilai 55
DITANYAKAN
IQR, batas pencilan, dan status data bernilai 55

✏️ Penyelesaian Langkah demi Langkah

  1. IQR = Q₃ − Q₁ = 32 − 20 = 12
  2. Batas bawah = Q₁ − 1,5 × IQR = 20 − 18 = 2
  3. Batas atas = Q₃ + 1,5 × IQR = 32 + 18 = 50
  4. Karena 55 lebih besar dari batas atas 50, data itu termasuk pencilan
Kesimpulan: IQR bernilai 12 dengan batas pencilan 2 sampai 50, sehingga data bernilai 55 memang pencilan.

🔍 Strategi Berpikir

Angka 1,5 pada rumus batas pencilan bukan hasil penurunan matematis, melainkan kesepakatan yang secara praktik terbukti berguna. Batas itu cukup longgar sehingga tidak menandai terlalu banyak data sebagai pencilan, tetapi cukup ketat untuk menangkap yang benar-benar menyimpang. Perlu diingat, pencilan tidak otomatis salah dan tidak boleh langsung dibuang.

🧩 Contoh kedua dan pembahasan lanjutan

Diketahui Q₁ = 40 dan Q₃ = 56. Jangkauan antarkuartil = 56 − 40 = 16. Pagar dalamnya berjarak 1,5 × 16 = 24 dari kuartil. Batas bawahnya 40 − 24 = 16 dan batas atasnya 56 + 24 = 80. Nilai 85 berada di atas 80, jadi pencilan. Nilai 14 berada di bawah 16, juga pencilan. Nilai 75 aman karena masih di dalam pagar.

Perhatikan bahwa batas pencilan dihitung dari kuartil, bukan dari nilai terkecil atau terbesar yang ada. Data bisa saja tidak punya pencilan walaupun jangkauannya besar. Setelah mengenali pencilan, tanyakan sebabnya: salah catat, alat rusak, atau memang kejadian langka. Hapus data hanya bila ada alasan kuat, sebab pencilan yang asli sering memuat informasi paling menarik.

⚠️ Kekeliruan yang Sering Muncul

  • Langsung membuang pencilan tanpa memeriksa penyebabnya.
  • Menghitung kuartil tanpa mengurutkan data lebih dahulu.
  • Memakai pengali selain 1,5 tanpa alasan yang dijelaskan.

🎯 Latihan Mandiri

Jika Q₁ = 15 dan Q₃ = 27, tentukan IQR dan batas atas pencilannya.

Lihat pembahasan setelah mencoba
IQR = 27 − 15 = 12. Batas atas = 27 + 1,5 × 12 = 27 + 18 = 45.

✅ Refleksi

Sebuah data gaji karyawan memiliki satu pencilan yang sangat tinggi. Ukuran mana yang lebih tepat dilaporkan, rata-rata atau median? Jelaskan alasanmu.

📚 Catatan pembelajaran: materi disusun sebagai kerangka umum Matematika SMA dan dapat diselaraskan dengan CP, TP, ATP, asesmen, serta kebijakan Kurikulum Merdeka di sekolah.