Matematika SMP / Kelas IX / Semester 1
PEMBERHENTIAN 3 DARI 15

Operasi Bentuk Akar

Menghitung dan menyederhanakan akar

💡 Konsep intinya

Operasi bentuk akar punya dua aturan yang berbeda. Untuk penjumlahan dan pengurangan, akar hanya bisa digabung kalau bentuk akarnya sama persis. Ini mirip suku sejenis pada aljabar. Jadi 3√2 + 5√2 bisa digabung menjadi 8√2, tetapi 3√2 + 5√3 tidak bisa. Untuk perkalian dan pembagian, aturannya lebih longgar. Akar apa pun boleh dikalikan dengan menggabungkan isinya.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Operasi akar dipakai saat kita menjumlahkan beberapa panjang hasil Pythagoras. Contohnya menghitung total panjang rangka yang sisinya miring. Kalau hasilnya dibiarkan dalam bentuk akar, hitungannya tetap tepat tanpa pembulatan.

⚡ Rumus praktis

a√x + b√x = (a + b)√x
√a × √b = √(ab)
√a ÷ √b = √(ab)
Sederhanakan dulu sebelum menjumlahkan

Rumus adalah alat bantu. Pahami arti simbol dan kapan rumus dipakai sebelum memasukkan angka.

🧩 Contoh masalah

Hitunglah 3√2 + 5√2 − √2, lalu hitung √8 + √18.

DIKETAHUI
Dua operasi bentuk akar seperti tertulis pada soal
DITANYAKAN
Hasil kedua operasi dalam bentuk paling sederhana

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Bentuk pertama: semua sukunya memuat √2, jadi bisa langsung digabung
  2. Operasikan koefisiennya: 3 + 5 − 1 = 7, sehingga hasilnya 7√2
  3. Bentuk kedua: sederhanakan dulu. √8 = 2√2 dan √18 = 3√2
  4. Sekarang akarnya sama, jadi dijumlahkan: 2√2 + 3√2 = 5√2
Kesimpulan: Hasilnya berturut-turut adalah 7√2 dan 5√2.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Bentuk kedua adalah kunci bab ini. Sekilas √8 dan √18 tampak tidak sejenis, jadi seolah tidak bisa dijumlahkan. Setelah disederhanakan, keduanya ternyata sama-sama kelipatan √2. Aturannya jelas: sederhanakan dulu, baru putuskan bisa dijumlahkan atau tidak.

🧩 Contoh kedua dan pembahasan lanjutan

Hitung √12 + √27 − √3. Sederhanakan tiap suku. √12 = √(4 × 3) = 2√3, dan √27 = √(9 × 3) = 3√3. Ketiganya sejenis, sehingga 2√3 + 3√3 − √3 = (2 + 3 − 1)√3 = 4√3. Sekarang hitung √5 × √10 = √50 = √(25 × 2) = 5√2.

Mari periksa dengan desimal. √12 ≈ 3,46, √27 ≈ 5,20, dan √3 ≈ 1,73. Jumlahnya 3,46 + 5,20 − 1,73 = 6,93. Sementara 4√3 ≈ 4 × 1,73 = 6,93. Keduanya cocok. Untuk perkalian, √50 ≈ 7,07 dan 5√2 ≈ 5 × 1,41 = 7,05. Selisih kecil itu datang dari pembulatan.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Menjumlahkan isi akarnya, sehingga √8 + √18 dikira √26.
  • Menyerah sebelum menyederhanakan kedua bentuk akarnya.
  • Memaksa menjumlahkan akar yang memang berbeda, misalnya 2√3 + 3√5 dijadikan 5√8.

🎯 Sekarang giliranmu

Hitunglah 2√3 × 3√6.

Lihat jawaban setelah mencoba
Kalikan koefisien dan isinya secara terpisah: (2 × 3)√(3 × 6) = 6√18. Sederhanakan √18 = 3√2, sehingga hasilnya 6 × 3√2 = 18√2.

✅ Cek pemahaman

Buktikan bahwa √8 + √18 tidak sama dengan √26. Hitung ketiganya dengan kalkulator dan bandingkan nilai desimalnya. Bukti dengan angka seperti ini ampuh menghapus salah paham.

📚 Rujukan penyusunan: OpenStax Prealgebra 2e, OpenStax Elementary Algebra 2e, dan muatan Matematika SMP Kemendikdasmen.