Matematika SMP / Kelas VII / Semester 1
PEMBERHENTIAN 1 DARI 16

Bilangan Bulat

Operasi hitung dan sifat bilangan

💡 Konsep intinya

Bilangan bulat terdiri dari bilangan negatif, nol, dan bilangan positif. Cara termudah memahaminya adalah memakai garis bilangan. Nol ada di tengah. Bilangan positif ada di kanan, bilangan negatif ada di kiri. Menjumlah berarti bergerak ke kanan, sedangkan mengurangi berarti bergerak ke kiri. Tanda negatif menunjukkan arah yang berlawanan, misalnya utang, suhu di bawah nol, atau kedalaman di bawah permukaan laut.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Bilangan negatif ada di sekitarmu setiap hari. Contohnya saldo rekening yang minus, suhu kulkas −4°C, atau lantai basement gedung yang ditulis B1 dan B2. Skor permainan yang berkurang karena penalti juga memakainya. Dalam semua contoh itu, nol hanyalah titik acuan. Nol tidak berarti tidak ada apa-apa.

⚡ Rumus praktis

a − b = a + (−b)
(−) × (−) = (+)
(−) × (+) = (−)
Semakin ke kanan pada garis bilangan, semakin besar nilainya

Rumus adalah alat bantu. Pahami arti simbol dan kapan rumus dipakai sebelum memasukkan angka.

🧩 Contoh masalah

Suhu di puncak gunung pada pagi hari −3°C. Menjelang siang suhunya naik 8°C. Berapa suhu pada siang hari?

DIKETAHUI
Suhu awal = −3°C; kenaikan suhu = 8°C
DITANYAKAN
Suhu pada siang hari

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Naik berarti bergerak ke kanan pada garis bilangan, jadi operasinya penjumlahan: −3 + 8
  2. Mulai dari titik −3, lalu bergerak 8 langkah ke kanan
  3. Setelah 3 langkah kita sampai di 0, tersisa 5 langkah lagi
  4. Maka −3 + 8 = 5
Kesimpulan: Suhu pada siang hari adalah 5°C.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Menjumlah dengan bilangan positif selalu membuat kita bergerak ke kanan. Titik awal kita berada 3 satuan di kiri nol. Jadi 3 langkah pertama hanya dipakai untuk kembali ke nol. Sisanya baru benar-benar menambah nilai. Karena itu hasilnya lebih kecil dari 8, tetapi tetap positif.

🧩 Contoh kedua dan pembahasan lanjutan

Coba contoh lain. Seorang penyelam berada pada kedalaman −12 meter. Ia naik 5 meter, lalu turun lagi 9 meter. Di mana posisinya sekarang? Naik berarti bergerak ke kanan, jadi −12 + 5 = −7. Dari −7 ia turun 9 meter, yaitu bergerak ke kiri, sehingga −7 − 9 = −16. Penyelam itu sekarang berada 16 meter di bawah permukaan.

Kamu bisa memeriksa hasilnya hanya dengan melihat arah. Setelah naik, hasilnya harus lebih besar dari titik awal, dan −7 memang lebih besar dari −12. Setelah turun, hasilnya harus lebih kecil dari titik sebelumnya, dan −16 memang lebih kecil dari −7. Kalau arah hasil tidak cocok dengan arah gerakan, hampir pasti ada tanda yang tertukar. Kebiasaan ini hanya makan beberapa detik, tetapi sering menyelamatkan jawabanmu.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Menganggap −3 + 8 sama dengan −11. Ini terjadi karena langsung menjumlahkan dua angka tanpa melihat tandanya.
  • Mengira −3 lebih besar dari −1 karena 3 lebih besar dari 1. Pada bilangan negatif urutannya terbalik, jadi −3 lebih kecil daripada −1.
  • Bingung membedakan tanda kurang sebagai operasi dan tanda negatif sebagai sifat bilangan, misalnya pada 5 − (−2).

🎯 Sekarang giliranmu

Saldo tabungan Rina tercatat −Rp4.000 karena biaya administrasi. Ia lalu menabung Rp10.000. Berapa saldonya sekarang?

Lihat jawaban setelah mencoba
Saldo baru = −4.000 + 10.000 = Rp6.000. Dari 10.000 itu, 4.000 dipakai lebih dulu untuk menutup saldo minus.

✅ Cek pemahaman

Coba jelaskan dengan kalimatmu sendiri kenapa 2 − 5 hasilnya negatif, sedangkan 5 − 2 hasilnya positif, padahal angkanya sama. Kalau kamu bisa menjelaskannya memakai garis bilangan tanpa menghitung, berarti kamu paham arahnya. Kamu tidak sekadar hafal aturan.

📚 Rujukan penyusunan: OpenStax Prealgebra 2e, OpenStax Elementary Algebra 2e, dan muatan Matematika SMP Kemendikdasmen.