Matematika SMP / Kelas VII / Semester 1
PEMBERHENTIAN 6 DARI 16

Bentuk Aljabar

Variabel, koefisien, dan konstanta

💡 Konsep intinya

Aljabar memakai huruf untuk mewakili nilai yang belum diketahui atau nilai yang bisa berubah. Pada bentuk 4x + 2.000, huruf x disebut variabel. Angka 4 yang menempel pada variabel disebut koefisien. Angka 2.000 yang berdiri sendiri disebut konstanta. Menulis 4x berarti 4 dikali x, jadi tanda kali tidak perlu ditulis. Keuntungan aljabar, kita cukup menulis aturan sekali, lalu memakainya untuk nilai apa pun.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Rumus di lembar kerja spreadsheet pada dasarnya adalah bentuk aljabar. Tarif ojek daring juga begitu, yaitu biaya awal ditambah tarif per kilometer. Tagihan listrik pun sama, yaitu biaya beban ditambah pemakaian. Semuanya ditulis satu kali sebagai bentuk aljabar, lalu berlaku untuk semua pelanggan.

⚡ Rumus praktis

4x berarti 4 × x
Suku sejenis: variabel dan pangkatnya sama
ax + bx = (a + b)x
Konstanta adalah suku tanpa variabel

Rumus adalah alat bantu. Pahami arti simbol dan kapan rumus dipakai sebelum memasukkan angka.

🧩 Contoh masalah

Harga satu pensil adalah x rupiah. Rani membeli 4 pensil dan sebuah penghapus seharga Rp2.000. Tuliskan total belanjanya dalam bentuk aljabar, lalu hitung jika harga satu pensil Rp1.500.

DIKETAHUI
Harga pensil = x; banyak pensil = 4; harga penghapus = Rp2.000
DITANYAKAN
Bentuk aljabar total belanja dan nilainya saat x = 1.500

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Harga 4 pensil = 4 × x = 4x
  2. Tambahkan harga penghapus yang nilainya tetap: 4x + 2.000
  3. Substitusikan x = 1.500: 4(1.500) + 2.000
  4. = 6.000 + 2.000 = 8.000
Kesimpulan: Total belanja dapat ditulis 4x + 2.000, dan bernilai Rp8.000 saat harga pensil Rp1.500.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Harga penghapus tidak menjadi koefisien karena tidak bergantung pada harga pensil. Bagian yang bisa berubah dan bagian yang tetap sengaja dipisah. Karena itu bentuk 4x + 2.000 tetap berlaku, berapa pun harga pensilnya nanti.

🧩 Contoh kedua dan pembahasan lanjutan

Bentuk aljabar tidak selalu menjumlah. Rani membawa uang Rp50.000, lalu membeli 3 buku yang harga satuannya b rupiah. Sisa uangnya ditulis 50.000 − 3b. Kalau harga satu buku Rp12.000, masukkan nilainya: 50.000 − 3(12.000) = 50.000 − 36.000 = Rp14.000.

Hurufnya tidak harus x. Kamu boleh memakai b untuk buku, h untuk harga, atau huruf lain. Syaratnya, satu huruf hanya mewakili satu hal dalam satu soal. Pilih huruf yang mudah diingat. Ada juga pemeriksaan kewajaran yang berguna. Sisa uang tidak boleh negatif. Dari bentuk 50.000 − 3b, harga satu buku paling tinggi sekitar Rp16.666, karena 3 × 16.666 hampir menghabiskan Rp50.000. Harga Rp12.000 masih di bawah batas itu, jadi hasilnya masuk akal.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Menggabungkan 4x dan 2.000 menjadi 6.000x. Suku yang punya variabel tidak bisa dijumlah dengan konstanta.
  • Membaca 4x sebagai bilangan empat puluh sekian. Artinya 4 dikali x.
  • Menganggap x selalu bernilai sama di soal yang berbeda. Variabel hanya berlaku di satu persoalan.

🎯 Sekarang giliranmu

Harga satu buku adalah b rupiah. Tuliskan bentuk aljabar untuk harga 3 buku ditambah ongkos kirim Rp5.000.

Lihat jawaban setelah mencoba
Bentuknya 3b + 5.000. Jika harga satu buku Rp20.000, totalnya 3(20.000) + 5.000 = Rp65.000.

✅ Cek pemahaman

Jelaskan beda arti antara 3x dan x³ dengan contoh angka. Keduanya sering tertukar, padahal hasilnya jauh berbeda, misalnya saat x = 4.

📚 Rujukan penyusunan: OpenStax Prealgebra 2e, OpenStax Elementary Algebra 2e, dan muatan Matematika SMP Kemendikdasmen.