Matematika SMP / Kelas VII / Semester 2
PEMBERHENTIAN 7 DARI 18

Luas Bangun Datar

Menghitung luas dengan tepat

💡 Konsep intinya

Luas menyatakan seberapa besar daerah yang ditutupi sebuah bangun datar. Luas diukur dengan satuan persegi, seperti cm² atau m². Semua rumus luas berpangkal dari satu ide, yaitu menghitung berapa persegi satuan yang memenuhi daerah itu. Rumus persegi panjang p × l berasal dari l baris yang masing-masing berisi p persegi. Rumus segitiga memakai setengah, karena setiap segitiga adalah separuh dari persegi panjang yang alas dan tingginya sama.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Luas dihitung saat membeli ubin untuk lantai, menghitung kebutuhan cat tembok, atau menentukan banyak rumput untuk lapangan. Petani juga memakainya untuk memperkirakan hasil panen dari sebidang sawah. Kalau salah menghitung luas, kita salah membeli bahan, dan biayanya langsung terasa.

⚡ Rumus praktis

Persegi: L = s × s
Persegi panjang: L = p × l
Segitiga: L = ½ × a × t
Trapesium: L = ½ × (a + b) × t

Rumus adalah alat bantu. Pahami arti simbol dan kapan rumus dipakai sebelum memasukkan angka.

🧩 Contoh masalah

Sebuah lantai kamar berukuran 6 m × 4 m akan dipasangi ubin berukuran 1 m × 1 m. Berapa luas lantainya dan berapa ubin yang dibutuhkan?

DIKETAHUI
Panjang = 6 m; lebar = 4 m; ubin berukuran 1 m²
DITANYAKAN
Luas lantai dan banyak ubin

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Gunakan rumus luas persegi panjang: L = p × l
  2. L = 6 × 4 = 24 m²
  3. Setiap ubin menutup 1 m², sehingga banyak ubin = 24 ÷ 1
  4. Dibutuhkan 24 ubin
Kesimpulan: Luas lantainya 24 m² dan diperlukan 24 buah ubin.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Angka 24 muncul karena lantai itu bisa dibayangkan sebagai 4 baris, dan tiap baris berisi 6 persegi berukuran 1 m². Inilah arti sebenarnya dari mengalikan panjang dan lebar. Ini juga alasan satuan luas selalu berpangkat dua.

🧩 Contoh kedua dan pembahasan lanjutan

Hitung luas trapesium dengan sisi sejajar 8 cm dan 14 cm, serta tinggi 5 cm. Rumusnya L = ½ × (a + b) × t. Jumlah sisi sejajar 8 + 14 = 22. Maka L = ½ × 22 × 5 = 11 × 5 = 55 cm².

Ada cara menguji apakah hasilnya masuk akal. Bayangkan persegi panjang setinggi 5 cm. Kalau lebarnya 8 cm, luasnya 40 cm². Kalau lebarnya 14 cm, luasnya 70 cm². Trapesium itu punya sisi pendek di satu ujung dan sisi panjang di ujung lain, jadi luasnya pasti di antara 40 dan 70. Angka 55 memang ada di antaranya, tepat di tengah karena (8 + 14) ÷ 2 = 11 adalah lebar rata-ratanya. Satu catatan penting. Tinggi diukur tegak lurus antara kedua sisi sejajar, bukan sepanjang sisi miring yang selalu lebih panjang.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Memakai satuan m untuk luas, padahal seharusnya m².
  • Pada segitiga, lupa mengalikan setengah sehingga hasilnya dua kali lipat.
  • Mencampur satuan tanpa menyamakannya dulu, misalnya panjang dalam meter tetapi lebar dalam sentimeter.

🎯 Sekarang giliranmu

Sebuah segitiga memiliki alas 10 cm dan tinggi 6 cm. Hitunglah luasnya.

Lihat jawaban setelah mencoba
L = ½ × 10 × 6 = ½ × 60 = 30 cm².

✅ Cek pemahaman

Gambar sebuah persegi panjang 4 × 3, lalu potong sepanjang diagonalnya. Bandingkan luas satu potongan segitiga dengan luas persegi panjang awal, lalu hubungkan dengan rumus ½ × a × t.

📚 Rujukan penyusunan: OpenStax Prealgebra 2e, OpenStax Elementary Algebra 2e, dan muatan Matematika SMP Kemendikdasmen.