Matematika SMP / Kelas VII / Semester 2
PEMBERHENTIAN 9 DARI 18

Penyajian Data

Mengumpulkan dan membaca data

💡 Konsep intinya

Penyajian data adalah mengubah kumpulan angka mentah menjadi bentuk yang mudah dibaca. Langkah awalnya selalu sama. Kumpulkan data, urutkan, lalu hitung berapa kali tiap nilai muncul. Hasil hitungan itu disusun dalam tabel frekuensi, dan dari tabel inilah semua diagram dibuat. Penyajian data bukan sekadar mempercantik tampilan. Tujuannya membuat pola yang tersembunyi di deretan angka menjadi terlihat.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Setiap laporan yang kita baca berawal dari penyajian data. Contohnya rekap absensi kelas, jumlah pengunjung perpustakaan per hari, hasil survei kegiatan favorit, dan data penjualan warung. Data yang tidak disusun rapi hampir mustahil disimpulkan dengan benar.

⚡ Rumus praktis

Frekuensi = banyaknya suatu nilai muncul
Jumlah seluruh frekuensi = banyak data
Urutkan data sebelum menyusun tabel
Data terbesar dan terkecil menentukan jangkauan

Rumus adalah alat bantu. Pahami arti simbol dan kapan rumus dipakai sebelum memasukkan angka.

🧩 Contoh masalah

Nilai ulangan 15 siswa tercatat: 7, 8, 6, 7, 9, 8, 7, 6, 8, 9, 7, 8, 6, 7, 8. Susunlah tabel frekuensinya dan tentukan nilai yang paling banyak diperoleh.

DIKETAHUI
15 data nilai ulangan seperti tercantum pada soal
DITANYAKAN
Tabel frekuensi dan nilai dengan frekuensi terbanyak

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Kenali nilai yang muncul: 6, 7, 8, dan 9
  2. Hitung kemunculan nilai 6 sebanyak 3 kali dan nilai 7 sebanyak 5 kali
  3. Hitung kemunculan nilai 8 sebanyak 5 kali dan nilai 9 sebanyak 2 kali
  4. Periksa jumlahnya: 3 + 5 + 5 + 2 = 15, sesuai banyak data
Kesimpulan: Nilai 7 dan nilai 8 sama-sama muncul terbanyak, yaitu 5 kali.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Memeriksa jumlah frekuensi jangan dilewati. Kalau jumlahnya tidak sama dengan banyak data, pasti ada nilai yang terlewat atau terhitung dua kali. Pemeriksaan sederhana ini menangkap hampir semua kesalahan saat menyusun tabel.

🧩 Contoh kedua dan pembahasan lanjutan

Contoh data lain adalah banyak saudara kandung dari 12 siswa: 1, 2, 0, 2, 3, 1, 2, 1, 2, 0, 2, 4. Nilai yang muncul adalah 0, 1, 2, 3, dan 4. Hitung satu per satu. Nilai 0 ada 2, nilai 1 ada 3, nilai 2 ada 5, nilai 3 ada 1, dan nilai 4 ada 1. Jumlahnya 2 + 3 + 5 + 1 + 1 = 12, cocok dengan banyak data.

Supaya tidak ada data yang terlewat, pakai tanda turus. Setiap kali sebuah nilai dihitung, coret nilai itu di soal, lalu beri satu garis pada kolom tabelnya. Garis dikelompokkan lima-lima. Empat garis tegak dicoret satu garis miring, supaya jumlahnya cepat terbaca. Dengan cara ini kamu juga bisa langsung menjawab pertanyaan lanjutan. Jangkauan data adalah 4 − 0 = 4. Siswa terbanyak punya 2 saudara, yaitu 5 dari 12 siswa.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Menghitung kemunculan tanpa mengurutkan atau memberi tanda, sehingga ada data yang terlewat.
  • Menulis nilai yang tidak pernah muncul di tabel dengan frekuensi kosong tanpa keperluan.
  • Lupa mencocokkan jumlah frekuensi dengan banyak data.

🎯 Sekarang giliranmu

Data ukuran sepatu 10 siswa: 38, 39, 40, 39, 38, 39, 41, 40, 39, 38. Susun tabel frekuensinya.

Lihat jawaban setelah mencoba
Ukuran 38 sebanyak 3, ukuran 39 sebanyak 4, ukuran 40 sebanyak 2, dan ukuran 41 sebanyak 1. Jumlahnya 3 + 4 + 2 + 1 = 10, sesuai banyak data.

✅ Cek pemahaman

Kumpulkan data warna favorit dari sepuluh temanmu dan susun tabel frekuensinya. Lalu tulis satu kesimpulan yang bisa kamu ambil dari tabel itu. Kesimpulan inilah tujuan sebenarnya dari penyajian data.

📚 Rujukan penyusunan: OpenStax Prealgebra 2e, OpenStax Elementary Algebra 2e, dan muatan Matematika SMP Kemendikdasmen.