Matematika SMP / Kelas VII / Semester 2
PEMBERHENTIAN 10 DARI 18

Diagram Batang

Membuat dan menafsirkan diagram

💡 Konsep intinya

Diagram batang menyajikan data memakai batang-batang yang tingginya sebanding dengan frekuensi. Kelebihannya ada pada perbandingan. Mata kita cepat menilai batang mana yang lebih tinggi. Karena itu diagram batang cocok untuk membandingkan kategori yang terpisah, misalnya jumlah siswa tiap ekstrakurikuler. Ada satu syarat yang sering dilupakan. Sumbu tegaknya harus dimulai dari nol. Kalau tidak, perbandingan tinggi batang jadi menyesatkan.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Diagram batang muncul di laporan penjualan bulanan, hasil pemilihan ketua OSIS, dan jumlah pengunjung wisata tiap daerah. Grafik pemakaian data di ponsel juga memakainya. Bentuk ini paling sering dipakai di media karena paling mudah dibaca sekilas.

⚡ Rumus praktis

Tinggi batang sebanding dengan frekuensi
Sumbu tegak dimulai dari nol
Lebar semua batang dibuat sama
Antarbatang diberi jarak yang sama

Rumus adalah alat bantu. Pahami arti simbol dan kapan rumus dipakai sebelum memasukkan angka.

🧩 Contoh masalah

Data kegiatan ekstrakurikuler: Pramuka 12 siswa, Basket 8 siswa, Musik 15 siswa, dan Tari 5 siswa. Jelaskan cara menggambar diagram batangnya dan tentukan selisih peminat terbanyak dengan tersedikit.

DIKETAHUI
Pramuka = 12; Basket = 8; Musik = 15; Tari = 5
DITANYAKAN
Cara penyajian dan selisih peminat terbanyak dengan tersedikit

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Tuliskan keempat kegiatan pada sumbu mendatar dengan jarak sama
  2. Buat sumbu tegak mulai dari 0 sampai sedikit di atas 15, dengan skala tiap 5 satuan
  3. Gambar batang setinggi 12, 8, 15, dan 5 sesuai datanya, dengan lebar batang sama
  4. Peminat terbanyak Musik 15 siswa dan tersedikit Tari 5 siswa, sehingga selisihnya 15 − 5 = 10 siswa
Kesimpulan: Musik paling diminati, dan selisih dengan Tari yang paling sedikit adalah 10 siswa.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Skala tiap 5 satuan dipilih supaya batang tertinggi tetap muat dan perbedaannya masih terlihat jelas. Kalau skalanya terlalu besar, misalnya tiap 50 satuan, semua batang akan tampak sama pendek dan perbedaannya hilang. Pilihan skala menentukan apakah diagram membantu atau malah menyesatkan pembaca.

🧩 Contoh kedua dan pembahasan lanjutan

Pak Wawan mencatat penjualan es per hari dalam gelas: Senin 30, Selasa 45, Rabu 20, dan Kamis 50. Untuk membuat diagram batangnya, pilih skala 1 cm mewakili 10 gelas. Maka tinggi batang berturut-turut 3 cm, 4,5 cm, 2 cm, dan 5 cm. Sumbu tegak dimulai dari 0 dan dibuat sampai 50 atau 60.

Untuk memeriksa diagrammu, baca kembali dari gambar ke tabel. Tunjuk satu batang, tarik garis mendatar ke sumbu tegak, lalu baca angkanya. Angka itu harus sama dengan data. Batang Rabu setinggi 2 cm harus terbaca 20, bukan 25 atau 200. Pembacaan balik ini menangkap kesalahan skala yang sering tidak terasa saat menggambar. Pola juga bisa dibaca langsung dari gambar. Penjualan terbanyak ada pada Kamis, dan Rabu adalah hari terlemah. Selisihnya 50 − 20 = 30 gelas.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Membuat lebar batang berbeda-beda, sehingga yang tampak dibandingkan adalah luas batang, bukan tingginya.
  • Memulai sumbu tegak dari angka selain nol, sehingga selisih kecil tampak seperti perbedaan besar.
  • Lupa memberi judul dan keterangan sumbu, sehingga diagram tidak bisa dibaca tanpa penjelasan lisan.

🎯 Sekarang giliranmu

Jumlah buku yang dipinjam selama empat hari: Senin 20, Selasa 35, Rabu 25, Kamis 40. Pada hari apa peminjaman naik paling tajam dibanding hari sebelumnya?

Lihat jawaban setelah mencoba
Kenaikan Senin ke Selasa = 15, Selasa ke Rabu turun 10, dan Rabu ke Kamis naik 15. Kenaikan tertajam terjadi dua kali dengan besar sama, yaitu pada Selasa dan Kamis.

✅ Cek pemahaman

Cari satu diagram batang di koran atau internet, lalu periksa apakah sumbu tegaknya mulai dari nol. Kalau tidak, jelaskan bagaimana hal itu memengaruhi kesan pembaca.

📚 Rujukan penyusunan: OpenStax Prealgebra 2e, OpenStax Elementary Algebra 2e, dan muatan Matematika SMP Kemendikdasmen.