Matematika SMP / Kelas VIII / Semester 1
PEMBERHENTIAN 14 DARI 16

Review

Peta konsep semester

💡 Konsep intinya

Semester ini bergerak dari aljabar menuju geometri, dan keduanya bertemu di bidang koordinat. Alurnya begini. Koordinat memberi tempat untuk menggambar. Relasi dan fungsi memberi aturan hubungan. Persamaan garis dan gradien menggambarkan hubungan itu sebagai garis. SPLDV mencari titik potong dua garis. Lalu Pythagoras dan lingkaran mengukur jarak dan bentuk di bidang yang sama. Saat kamu sadar bahwa penyelesaian SPLDV adalah titik potong dua garis, biasanya semuanya terasa nyambung.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Peta digital memakai semua konsep ini sekaligus. Titik lokasi memakai koordinat. Rute lurus antartitik memakai persamaan garis. Jarak terpendek dihitung dengan Pythagoras. Area jangkauan sinyal digambar sebagai lingkaran.

⚡ Rumus praktis

Koordinat → tempat menggambar
Fungsi dan gradien → aturan dan kemiringan
SPLDV → titik potong dua garis
Pythagoras → mengukur jarak pada bidang

Rumus adalah alat bantu. Pahami arti simbol dan kapan rumus dipakai sebelum memasukkan angka.

🧩 Contoh masalah

Dua garis memiliki persamaan y = 2x + 1 dan y = −x + 7. Tentukan titik potongnya, lalu hitung jarak titik potong itu dari titik asal O(0, 0).

DIKETAHUI
Garis pertama y = 2x + 1 dan garis kedua y = −x + 7
DITANYAKAN
Titik potong kedua garis dan jaraknya dari titik asal

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Di titik potong, nilai y kedua garis sama, sehingga 2x + 1 = −x + 7
  2. Selesaikan: 3x = 6, maka x = 2. Masukkan ke garis pertama: y = 2(2) + 1 = 5
  3. Titik potongnya (2, 5)
  4. Hitung jaraknya dari O dengan Pythagoras: √(2² + 5²) = √29 ≈ 5,39
Kesimpulan: Kedua garis berpotongan di titik (2, 5), dan jaraknya dari titik asal sekitar 5,39 satuan.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Menyamakan kedua persamaan adalah bentuk lain dari substitusi pada SPLDV. Jadi menyelesaikan sistem persamaan dan mencari titik potong garis adalah pekerjaan yang sama persis. Bedanya hanya cara menceritakannya.

🧩 Contoh kedua dan pembahasan lanjutan

Coba pasangan garis lain: y = x + 1 dan y = −2x + 10. Samakan ruas kanan: x + 1 = −2x + 10, sehingga 3x = 9 dan x = 3. Maka y = 3 + 1 = 4, titik potongnya (3, 4). Jaraknya dari O adalah √(3² + 4²) = √25 = 5.

Ada kasus yang berbeda. Garis y = 2x + 1 dan y = 2x + 5, kalau disamakan, menjadi 2x + 1 = 2x + 5 lalu 1 = 5. Itu mustahil. Tetapi ini bukan salah hitung. Kedua garis bergradien sama, jadi sejajar dan tidak pernah bertemu. Kalau gradien kedua garis berbeda, titik potong pasti ada dan hanya satu.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Menghitung x lalu lupa mencari y, sehingga titik potongnya tidak lengkap.
  • Memasukkan nilai x hanya ke satu persamaan tanpa memeriksanya di persamaan yang lain.
  • Memakai rumus jarak tanpa mengkuadratkan selisih koordinatnya lebih dulu.

🎯 Sekarang giliranmu

Tentukan titik potong garis y = 3x − 2 dan y = x + 4.

Lihat jawaban setelah mencoba
Samakan: 3x − 2 = x + 4, sehingga 2x = 6 dan x = 3. Maka y = 3 + 4 = 7, jadi titik potongnya (3, 7).

✅ Cek pemahaman

Gambar kedua garis pada contoh soal di kertas berpetak, lalu periksa apakah titik potongnya sesuai dengan hasil hitunganmu. Menghubungkan hitungan dengan gambar adalah cara paling ampuh untuk menguatkan pemahaman bab ini.

📚 Rujukan penyusunan: OpenStax Prealgebra 2e, OpenStax Elementary Algebra 2e, dan muatan Matematika SMP Kemendikdasmen.