Matematika SMP / Kelas VIII / Semester 1
PEMBERHENTIAN 3 DARI 16

Persamaan Garis Lurus

Membentuk persamaan garis

💡 Konsep intinya

Persamaan garis lurus menyatakan hubungan antara x dan y yang grafiknya berupa garis lurus. Bentuk yang paling mudah dibaca adalah y = mx + c. Di sini m adalah kemiringan garis, dan c adalah titik potong garis dengan sumbu y. Dari bentuk ini kamu bisa membayangkan garisnya tanpa menggambar. Nilai c memberi tahu garis memotong sumbu y di titik berapa. Nilai m memberi tahu seberapa curam garis itu dan ke arah mana ia naik atau turun.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Tarif taksi berupa biaya awal ditambah biaya per kilometer adalah persamaan garis lurus. Tagihan listrik berupa biaya beban ditambah pemakaian juga begitu. Tabungan yang bertambah tetap tiap bulan pun sama. Nilai c adalah bagian tetapnya, dan m adalah tambahan untuk setiap satuan.

⚡ Rumus praktis

Bentuk umum: y = mx + c
c adalah titik potong sumbu y
Melalui dua titik: y − y₁ = m(x − x₁)
Cukup dua titik untuk menggambar satu garis

Rumus adalah alat bantu. Pahami arti simbol dan kapan rumus dipakai sebelum memasukkan angka.

🧩 Contoh masalah

Sebuah garis melalui titik (0, 3) dan memiliki kemiringan 2. Tentukan persamaannya, lalu tentukan nilai y saat x = 4.

DIKETAHUI
Titik potong sumbu y di (0, 3); kemiringan m = 2
DITANYAKAN
Persamaan garis dan nilai y saat x = 4

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Garis melalui (0, 3), jadi c = 3
  2. Masukkan m = 2 dan c = 3 ke bentuk y = mx + c
  3. Diperoleh persamaan y = 2x + 3
  4. Masukkan x = 4: y = 2(4) + 3 = 11
Kesimpulan: Persamaan garisnya y = 2x + 3, dan saat x = 4 nilai y adalah 11.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Nilai c bisa dibaca langsung dari titik (0, 3), karena titik potong sumbu y selalu terjadi saat x bernilai nol. Jadi kalau soal memberi titik dengan x = 0, satu bagian persamaannya sudah ketemu tanpa menghitung.

🧩 Contoh kedua dan pembahasan lanjutan

Kali ini garisnya diketahui dari dua titik, yaitu (1, 5) dan (4, −1). Cari kemiringannya dulu: m = (−1 − 5)/(4 − 1) = −63 = −2. Tanda negatif berarti garis turun dari kiri ke kanan. Masukkan titik (1, 5) ke y = −2x + c: 5 = −2(1) + c, jadi c = 7. Persamaannya y = −2x + 7.

Periksa dengan titik kedua. Untuk x = 4, y = −2(4) + 7 = −1, cocok dengan (4, −1). Memakai titik yang tidak dipakai untuk mencari c adalah ujian yang paling jujur.

Perhatikan juga bahwa c = 7 bukan nilai y pada titik pertama. Nilai y sebuah titik sama dengan c hanya bila x-nya nol. Menyamakan keduanya adalah jebakan yang sering terjadi.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Tertukar antara m dan c saat menyusun persamaan.
  • Mengira semua persamaan yang memuat x dan y pasti garis lurus, padahal y = x² bukan.
  • Menggambar garis hanya dari satu titik, padahal minimal butuh dua titik.

🎯 Sekarang giliranmu

Sebuah garis memiliki persamaan y = −3x + 6. Tentukan titik potongnya dengan sumbu y dan dengan sumbu x.

Lihat jawaban setelah mencoba
Titik potong sumbu y saat x = 0, yaitu (0, 6). Titik potong sumbu x saat y = 0, sehingga 0 = −3x + 6 dan x = 2, yaitu titik (2, 0).

✅ Cek pemahaman

Tarif ojek daring adalah Rp5.000 ditambah Rp3.000 per kilometer. Tulis persamaannya, lalu jelaskan arti nyata dari m dan c pada kasus itu.

📚 Rujukan penyusunan: OpenStax Prealgebra 2e, OpenStax Elementary Algebra 2e, dan muatan Matematika SMP Kemendikdasmen.