Matematika SMP / Kelas VIII / Semester 2
PEMBERHENTIAN 9 DARI 16

Peluang

Kemungkinan suatu kejadian

💡 Konsep intinya

Peluang mengukur seberapa besar kemungkinan suatu kejadian terjadi. Nilainya adalah perbandingan antara banyak hasil yang diinginkan dan banyak seluruh hasil yang mungkin. Kumpulan seluruh hasil yang mungkin disebut ruang sampel. Nilai peluang selalu berada antara 0 dan 1. Angka 0 berarti mustahil, dan 1 berarti pasti terjadi. Ada syarat yang sering terlupa. Rumus sederhana ini hanya berlaku bila setiap hasil punya kemungkinan yang sama besar.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Peluang dipakai pada ramalan cuaca, perhitungan premi asuransi, pengendalian mutu produksi, dan keputusan medis. Dalam permainan, memahami peluang membedakan keputusan yang masuk akal dari sekadar menebak.

⚡ Rumus praktis

P(A) = n(A)n(S)
n(S) = banyak seluruh hasil yang mungkin
0 ≤ P(A) ≤ 1
P(bukan A) = 1 − P(A)

Rumus adalah alat bantu. Pahami arti simbol dan kapan rumus dipakai sebelum memasukkan angka.

🧩 Contoh masalah

Sebuah dadu dilempar satu kali. Tentukan peluang muncul bilangan genap, peluang muncul bilangan lebih dari 4, dan peluang tidak muncul angka 6.

DIKETAHUI
Ruang sampel dadu S = {1, 2, 3, 4, 5, 6} sehingga n(S) = 6
DITANYAKAN
Tiga nilai peluang seperti disebutkan pada soal

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Bilangan genap A = {2, 4, 6} dengan n(A) = 3, sehingga P(A) = 36 = 12
  2. Bilangan lebih dari 4 yaitu B = {5, 6} dengan n(B) = 2, sehingga P(B) = 26 = 13
  3. Untuk kejadian tidak muncul angka 6, hitung dulu P(muncul 6) = 16
  4. Maka P(bukan 6) = 1 − 16 = 56
Kesimpulan: Peluangnya berturut-turut adalah 1/2, 1/3, dan 5/6.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Menghitung kejadian 'tidak terjadi' dengan rumus 1 − P(A) jauh lebih cepat daripada mendaftar semua hasilnya. Cara ini sangat berguna pada soal yang memuat kata 'paling sedikit' atau 'sekurang-kurangnya'. Mendaftar kebalikannya biasanya jauh lebih singkat.

🧩 Contoh kedua dan pembahasan lanjutan

Sepuluh kartu bernomor 1 sampai 10 dikocok, lalu satu kartu diambil. Ruang sampelnya n(S) = 10. Kejadian bilangan prima adalah {2, 3, 5, 7}, jadi peluangnya 410 = 2/5. Kejadian kelipatan 3 adalah {3, 6, 9}, jadi peluangnya 3/10. Peluang bukan kelipatan 3 = 1 − 310 = 7/10.

Hati-hati dengan bilangan prima. Angka 1 bukan prima karena hanya punya satu faktor. Angka 2 justru prima walau genap. Kalau 1 ikut terhitung, peluangnya jadi 510 dan jawabannya keliru. Tulis himpunan kejadiannya satu per satu seperti di atas. Dengan begitu, kesalahan semacam ini mudah terlihat sebelum pecahannya dihitung.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Menulis peluang sebagai bilangan lebih dari 1, yang jelas mustahil.
  • Salah menentukan ruang sampel, misalnya mengira dadu punya 5 kemungkinan.
  • Memakai rumus sederhana ini pada kejadian yang kemungkinannya tidak sama besar, misalnya hujan atau cerah.

🎯 Sekarang giliranmu

Dalam sebuah kotak terdapat 5 kelereng merah, 3 biru, dan 2 hijau. Berapa peluang terambil kelereng yang bukan merah?

Lihat jawaban setelah mencoba
Total kelereng = 10. Peluang merah = 510 = 1/2, sehingga peluang bukan merah = 1 − 12 = 1/2. Bisa juga dihitung langsung: (3 + 2)/10 = 1/2.

✅ Cek pemahaman

Jelaskan mengapa peluang hujan besok tidak bisa dihitung dengan rumus n(A)/n(S) seperti pada dadu. Syarat apa yang tidak terpenuhi di sana?

📚 Rujukan penyusunan: OpenStax Prealgebra 2e, OpenStax Elementary Algebra 2e, dan muatan Matematika SMP Kemendikdasmen.