Matematika SMP / Kelas VIII / Semester 2
PEMBERHENTIAN 10 DARI 16

Frekuensi

Menghitung banyak kejadian

💡 Konsep intinya

Frekuensi adalah banyaknya suatu kejadian atau nilai muncul dalam sekumpulan data. Ada dua turunan frekuensi yang sering dipakai. Frekuensi relatif adalah perbandingan frekuensi suatu nilai terhadap seluruh data, biasanya ditulis sebagai pecahan atau persen. Frekuensi harapan adalah perkiraan banyaknya suatu kejadian muncul kalau percobaan diulang sekian kali. Nilainya dihitung dari peluang.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Pabrik memakai frekuensi harapan untuk memperkirakan produk cacat dari ribuan unit produksi. Penyelenggara acara memakainya untuk memperkirakan berapa peserta yang akan hadir. Perusahaan asuransi memakainya untuk memperkirakan jumlah klaim dalam setahun.

⚡ Rumus praktis

Frekuensi relatif = frekuensi ÷ banyak data
Jumlah seluruh frekuensi relatif = 1 atau 100%
Frekuensi harapan = banyak percobaan × peluang
Jumlah seluruh frekuensi = banyak data

Rumus adalah alat bantu. Pahami arti simbol dan kapan rumus dipakai sebelum memasukkan angka.

🧩 Contoh masalah

Sebuah dadu dilempar 300 kali. Berapa frekuensi harapan munculnya mata dadu bilangan prima? Jika pada kenyataannya muncul 140 kali, apa yang bisa disimpulkan?

DIKETAHUI
Banyak percobaan = 300; bilangan prima pada dadu = {2, 3, 5}
DITANYAKAN
Frekuensi harapan dan penafsiran hasil nyatanya

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Hitung peluang muncul bilangan prima: n(A) = 3 dari n(S) = 6, sehingga P(A) = 12
  2. Frekuensi harapan = banyak percobaan × peluang = 300 × 12
  3. Frekuensi harapan = 150 kali
  4. Hasil nyata 140 kali, selisihnya 10 dari harapan, atau sekitar 3,3% dari 300 percobaan
Kesimpulan: Frekuensi harapannya 150 kali. Hasil nyata 140 kali masih wajar, karena selisihnya kecil untuk percobaan sebanyak itu.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Frekuensi harapan itu perkiraan, bukan janji. Hasil nyata hampir tidak pernah persis sama, dan itu normal. Yang perlu diwaspadai bukan adanya selisih, tetapi selisih yang terlalu besar. Misalnya bilangan prima hanya muncul 60 kali dari 300 lemparan. Selisih sebesar itu menandakan dadunya mungkin tidak seimbang.

🧩 Contoh kedua dan pembahasan lanjutan

Survei terhadap 120 siswa tentang cara berangkat sekolah: jalan kaki 30, sepeda 18, motor 36, dan angkot 36. Jumlahnya 30 + 18 + 36 + 36 = 120, sesuai. Frekuensi relatif tiap cara: 30120 = 25%, 18120 = 15%, 36120 = 30%, dan 36120 = 30%. Jumlahnya 100%.

Kalau sekolah punya 600 siswa dan pola yang sama berlaku, frekuensi harapan siswa yang bersepeda adalah 600 × 0,15 = 90 siswa. Angka 90 itu perkiraan. Hasil sebenarnya bisa 85 atau 95.

Ada dua cara memeriksa frekuensi relatif. Jumlahnya harus tepat 100%, dan jumlah frekuensi harus sama dengan banyak data. Kalau salah satu tidak terpenuhi, periksa lagi datanya sebelum menafsirkan.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Mengira frekuensi harapan harus persis sama dengan hasil percobaan.
  • Menghitung frekuensi relatif dengan membagi terhadap frekuensi terbesar, bukan terhadap banyak data.
  • Mengalikan peluang dengan banyak hasil yang mungkin, bukan dengan banyak percobaan.

🎯 Sekarang giliranmu

Sebuah koin dilempar 200 kali. Berapa frekuensi harapan munculnya sisi gambar?

Lihat jawaban setelah mencoba
Peluang muncul gambar = 1/2, sehingga frekuensi harapan = 200 × 12 = 100 kali.

✅ Cek pemahaman

Lempar sebuah koin 30 kali dan catat hasilnya, lalu bandingkan dengan frekuensi harapan 15 kali. Ulangi dengan 60 lemparan dan perhatikan apakah hasilnya makin mendekati harapan.

📚 Rujukan penyusunan: OpenStax Prealgebra 2e, OpenStax Elementary Algebra 2e, dan muatan Matematika SMP Kemendikdasmen.