Matematika SD / Kelas 6 / Semester 2
PEMBERHENTIAN 13 DARI 18

Tabel frekuensi

Membaca/membuat

💡 Konsep intinya

Tabel frekuensi merangkum data mentah menjadi daftar nilai atau kategori beserta banyaknya kemunculan masing-masing, yang disebut frekuensi. Cara ini membuat data yang tadinya panjang dan berulang menjadi lebih mudah dibaca sekaligus, tanpa kehilangan informasi apa pun dari data aslinya.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Guru memakai tabel frekuensi untuk melihat sebaran nilai ulangan sekelas dengan cepat, dan petugas koperasi sekolah memakainya untuk mencatat warna atau ukuran barang yang paling sering dibeli.

⚡ Prinsip praktis

Frekuensi suatu nilai adalah banyak kali nilai itu muncul dalam data.
Jumlah seluruh frekuensi pada tabel harus sama dengan banyak seluruh data mentah.
Turus atau tally dipakai untuk menghitung sementara sebelum ditulis sebagai angka frekuensi.

🧩 Contoh masalah

Data nilai ulangan matematika 12 siswa adalah: 80, 70, 90, 80, 70, 80, 100, 70, 90, 80, 70, 80. Buatlah tabel frekuensi dari data nilai tersebut.

DIKETAHUI
12 data nilai ulangan: 80,70,90,80,70,80,100,70,90,80,70,80
DITANYAKAN
Tabel frekuensi untuk setiap nilai yang muncul

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Tulis nilai-nilai berbeda yang muncul dalam data: 70, 80, 90, dan 100
  2. Hitung munculnya nilai 70 dengan turus: muncul 4 kali
  3. Hitung munculnya nilai 80: muncul 5 kali; nilai 90 muncul 2 kali; nilai 100 muncul 1 kali
  4. Jumlahkan semua frekuensi: 4+5+2+1=12, cocok dengan banyak data awal
Kesimpulan: Tabel frekuensinya adalah: nilai 70 sebanyak 4, nilai 80 sebanyak 5, nilai 90 sebanyak 2, dan nilai 100 sebanyak 1.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Total seluruh frekuensi harus sama dengan banyak data mentah karena tabel frekuensi hanya meringkas data, bukan mengubah atau menghilangkan sebagian data; kesamaan total ini juga jadi cara memeriksa apakah tabel sudah benar.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Lupa menjumlahkan ulang total frekuensi sehingga tidak sadar ada data yang terlewat atau terhitung dua kali
  • Menggabungkan nilai yang sebenarnya berbeda ke kategori yang sama karena dikira mirip
  • Salah menandai turus sehingga satu kemunculan data terhitung dua kali atau malah tidak terhitung sama sekali

🎯 Sekarang giliranmu

Data warna kaos 10 siswa saat olahraga: merah, biru, merah, kuning, biru, merah, biru, kuning, merah, biru. Buatlah tabel frekuensinya.

Lihat jawaban setelah mencoba
Merah sebanyak 4, biru sebanyak 4, kuning sebanyak 2; totalnya 10, cocok dengan banyak data awal.

✅ Cek pemahaman

Kalau total frekuensi pada tabelmu ternyata tidak sama dengan banyak data asli, apa yang mungkin salah dan bagaimana cara memeriksanya kembali?

📚 Rujukan penyusunan: CP Matematika menurut Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 dan Panduan Mata Pelajaran Matematika 2025 (Kemendikdasmen).