Matematika SMA / Kelas XI / Semester 2
BAB 8 · MATERI 3 DARI 5

Vektor

Melakukan operasi vektor dan menggunakannya dalam masalah

💡 Konsep Inti

Vektor adalah besaran yang memiliki nilai sekaligus arah, berbeda dari skalar yang hanya memiliki nilai. Perbedaan ini nyata: berjalan 5 km ke utara berbeda hasilnya dari berjalan 5 km ke selatan, meskipun jaraknya sama. Vektor pada bidang ditulis sebagai pasangan komponen mendatar dan tegak. Penjumlahan vektor dilakukan per komponen, dan panjang vektor dihitung dengan Teorema Pythagoras dari komponennya.

🌍 Penggunaan Konsep Ini

Vektor dipakai untuk menggambarkan gaya, kecepatan, dan perpindahan dalam fisika. Dalam navigasi, arah dan kecepatan angin dijumlahkan sebagai vektor dengan arah pesawat untuk menentukan lintasan sebenarnya. Grafika komputer juga memakai vektor untuk menentukan arah cahaya dan gerak objek.

⚡ Rumus dan Prinsip

Vektor: a = (x, y)
Penjumlahan: (x₁ + x₂, y₁ + y₂)
Panjang: |a| = √(x² + y²)
Hasil kali skalar: a · b = x₁x₂ + y₁y₂

Perhatikan syarat penggunaan rumus, arti setiap variabel, dan domain nilai yang diperbolehkan.

🧩 Contoh Masalah

Diketahui vektor a = (3, 4) dan b = (1, 2). Tentukan a + b, panjang vektor a, dan hasil kali skalar a · b.

DIKETAHUI
Vektor a = (3, 4) dan b = (1, 2)
DITANYAKAN
Jumlah kedua vektor, panjang a, dan hasil kali skalarnya

✏️ Penyelesaian Langkah demi Langkah

  1. Penjumlahan dilakukan per komponen: a + b = (3 + 1, 4 + 2) = (4, 6)
  2. Panjang vektor a memakai Pythagoras: |a| = √(3² + 4²) = √25 = 5
  3. Hasil kali skalar: a · b = (3)(1) + (4)(2) = 3 + 8
  4. a · b = 11
Kesimpulan: Hasilnya adalah a + b = (4, 6), |a| = 5, dan a · b = 11.

🔍 Strategi Berpikir

Hasil kali skalar menghasilkan bilangan, bukan vektor, dan itu bukan kekeliruan penamaan. Nilainya berguna untuk menentukan sudut antara dua vektor. Bila hasil kali skalarnya nol, kedua vektor saling tegak lurus. Sifat ini sering dipakai untuk memeriksa kesikuan tanpa mengukur sudutnya.

🧩 Contoh kedua dan pembahasan lanjutan

Tentukan sudut antara p = (3, 1) dan q = (1, 2). Hasil kali skalarnya p · q = 3 × 1 + 1 × 2 = 5. Panjangnya |p| = √10 dan |q| = √5, sehingga hasil kalinya √50 = 5√2. Maka cos θ = 5/(5√2) = 1/√2 = ½√2, dan θ = 45°.

Hasil kali skalar memberi petunjuk cepat tentang sudut sebelum hitungan penuh. Bila bernilai positif, sudutnya lancip. Bila nol, kedua vektor saling tegak lurus. Bila negatif, sudutnya tumpul. Di sini p · q = 5 positif dan sudut 45° memang lancip. Selain itu, nilai cos θ tidak pernah boleh keluar dari selang −1 sampai 1. Kalau hitunganmu menghasilkan angka di luar selang itu, kemungkinan besar ada salah dalam menghitung panjang vektor.

⚠️ Kekeliruan yang Sering Muncul

  • Menjumlahkan panjang dua vektor untuk mendapatkan panjang jumlahnya, padahal arah ikut menentukan.
  • Menuliskan hasil kali skalar sebagai vektor.
  • Mengalikan komponen secara seletak lalu menganggapnya sebagai perkalian vektor tanpa menjumlahkannya.

🎯 Latihan Mandiri

Diketahui p = (6, 8) dan q = (−3, 4). Tentukan panjang p dan hasil kali skalar p · q.

Lihat pembahasan setelah mencoba
|p| = √(36 + 64) = √100 = 10. Hasil kali skalar p · q = (6)(−3) + (8)(4) = −18 + 32 = 14.

✅ Refleksi

Periksa apakah vektor (2, 3) dan (−3, 2) saling tegak lurus dengan menghitung hasil kali skalarnya. Lalu jelaskan mengapa hasil nol menandakan kesikuan.

📚 Catatan pembelajaran: materi disusun sebagai kerangka umum Matematika SMA dan dapat diselaraskan dengan CP, TP, ATP, asesmen, serta kebijakan Kurikulum Merdeka di sekolah.