Matematika SMP / Kelas IX / Semester 1
PEMBERHENTIAN 6 DARI 15

Faktorisasi

Memecah bentuk kuadrat

💡 Konsep intinya

Faktorisasi adalah cara menyelesaikan persamaan kuadrat dengan mengubahnya menjadi perkalian dua bentuk linear. Dasarnya sederhana: kalau hasil kali dua bilangan sama dengan nol, salah satunya pasti nol. Untuk bentuk x² + bx + c, kita cari dua bilangan yang hasil kalinya c dan jumlahnya b. Cara ini paling cepat kalau akarnya bilangan bulat. Tetapi cara ini tidak selalu bisa dipakai.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Faktorisasi dipakai untuk mencari ukuran dari luas yang diketahui. Misalnya sebuah taman luasnya 96 m², dan panjangnya 4 m lebih dari lebarnya. Soal itu menghasilkan persamaan kuadrat yang paling cepat diselesaikan dengan faktorisasi.

⚡ Rumus praktis

x² + bx + c = (x + p)(x + q)
Syaratnya p × q = c dan p + q = b
Jika (x + p)(x + q) = 0 maka x = −p atau x = −q
Periksa hasil dengan menjabarkannya kembali

Rumus adalah alat bantu. Pahami arti simbol dan kapan rumus dipakai sebelum memasukkan angka.

🧩 Contoh masalah

Selesaikan x² − 5x + 6 = 0 dengan faktorisasi.

DIKETAHUI
Persamaan x² − 5x + 6 = 0, sehingga b = −5 dan c = 6
DITANYAKAN
Akar-akar persamaan

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Cari dua bilangan yang hasil kalinya 6 dan jumlahnya −5
  2. Hasil kali positif dan jumlah negatif, jadi keduanya negatif. Pasangannya −2 dan −3
  3. Tulis bentuk faktornya: (x − 2)(x − 3) = 0
  4. Salah satu faktor harus nol. Jadi x − 2 = 0 atau x − 3 = 0, sehingga x = 2 atau x = 3
Kesimpulan: Akar-akarnya adalah x = 2 dan x = 3.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Melihat tanda lebih dulu sangat mempercepat pencarian. Kalau c positif, kedua bilangan bertanda sama. Kalau c negatif, tandanya berbeda. Setelah tanda jelas, pilihan yang perlu dicoba tinggal sedikit.

🧩 Contoh kedua dan pembahasan lanjutan

Selesaikan x² + 2x − 15 = 0. Cari dua bilangan dengan hasil kali −15 dan jumlah 2. Hasil kali negatif berarti tandanya beda. Jumlah positif berarti bilangan yang lebih besar bertanda positif. Pasangannya 5 dan −3. Maka (x + 5)(x − 3) = 0, sehingga x = −5 atau x = 3. Periksa x = 3: 9 + 6 − 15 = 0.

Bentuk tanpa konstanta punya jebakan sendiri. Pada x² − 5x = 0, kamu mungkin tergoda membagi kedua ruas dengan x. Jangan, sebab akar x = 0 ikut hilang. Faktorkan saja: x(x − 5) = 0, sehingga x = 0 atau x = 5. Membagi dengan sesuatu yang bisa bernilai nol selalu berisiko membuang jawaban.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Menulis akar sebagai −2 dan −3 padahal faktornya (x − 2)(x − 3). Tandanya harus dibalik.
  • Mencari dua bilangan yang jumlahnya c dan hasil kalinya b. Ini terbalik.
  • Memaksa memfaktorkan persamaan yang akarnya bukan bilangan bulat.

🎯 Sekarang giliranmu

Selesaikan x² − 7x + 12 = 0 dengan faktorisasi.

Lihat jawaban setelah mencoba
Cari dua bilangan dengan hasil kali 12 dan jumlah −7, yaitu −3 dan −4. Maka (x − 3)(x − 4) = 0, sehingga x = 3 atau x = 4.

✅ Cek pemahaman

Coba faktorkan x² + x + 1 = 0. Kalau kamu tidak menemukan pasangan bilangan bulatnya, hitung diskriminannya dan jelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

📚 Rujukan penyusunan: OpenStax Prealgebra 2e, OpenStax Elementary Algebra 2e, dan muatan Matematika SMP Kemendikdasmen.