Matematika SMP / Kelas VII / Semester 1
PEMBERHENTIAN 13 DARI 16

Review

Menyusun peta konsep

💡 Konsep intinya

Materi satu semester ini sebenarnya satu alur yang saling menyambung. Bukan dua belas bab yang berdiri sendiri. Bilangan bulat mengajarkan arah dan tanda. Pecahan mengajarkan bagian dari keseluruhan. Perbandingan dan persen adalah cara lain membaca pecahan. Aljabar memberi cara menulis bilangan yang belum diketahui. Persamaan dan pertidaksamaan adalah cara menemukan bilangan itu. Membuat peta konsep berarti menulis kembali hubungan ini dengan bahasamu sendiri.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Peta konsep berguna karena soal ujian jarang menyebut nama babnya. Soal diskon bertingkat, misalnya, sekaligus menguji persen, pecahan, dan urutan operasi. Siswa yang hanya menghafal per bab sering bingung memilih cara. Siswa yang punya peta konsep langsung tahu jalur mana yang harus ditempuh.

⚡ Rumus praktis

Bilangan → arah dan tanda
Pecahan → persen → perbandingan: tiga cara membaca bagian
Aljabar → cara menulis yang belum diketahui
Persamaan dan pertidaksamaan → cara menemukan nilainya

Rumus adalah alat bantu. Pahami arti simbol dan kapan rumus dipakai sebelum memasukkan angka.

🧩 Contoh masalah

Sebuah toko menjual tas seharga Rp250.000 dengan diskon 20%. Andi punya uang Rp180.000. Cukupkah uangnya, dan berapa kelebihan atau kekurangannya?

DIKETAHUI
Harga awal = Rp250.000; diskon = 20%; uang Andi = Rp180.000
DITANYAKAN
Apakah uang Andi cukup, dan berapa selisihnya

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Hitung diskonnya memakai konsep persen: (20100) × 250.000 = Rp50.000
  2. Harga setelah diskon = 250.000 − 50.000 = Rp200.000
  3. Bandingkan dengan uang Andi memakai konsep pertidaksamaan: apakah 180.000 ≥ 200.000?
  4. Karena 180.000 < 200.000, uangnya belum cukup. Kekurangannya 200.000 − 180.000 = Rp20.000
Kesimpulan: Uang Andi belum cukup, masih kurang Rp20.000.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Satu soal ini memakai tiga konsep sekaligus. Persen untuk diskon, pengurangan untuk harga akhir, dan perbandingan nilai untuk memutuskan cukup atau tidak. Soal seperti inilah yang paling sering muncul di penilaian. Karena itu, mengulang per bab saja sering tidak cukup.

🧩 Contoh kedua dan pembahasan lanjutan

Contoh lain yang menggabungkan pecahan dan persen. Hesti punya tabungan Rp600.000. Seperempatnya dipakai untuk membeli buku, lalu 20% dari sisanya dipakai untuk ongkos. Berapa uangnya sekarang? Buku: 14 × 600.000 = Rp150.000, sisa Rp450.000. Ongkos: 20% × 450.000 = Rp90.000. Sisa akhir = 450.000 − 90.000 = Rp360.000.

Kata kuncinya adalah "dari sisanya". Persen kedua dihitung dari 450.000, bukan dari 600.000. Kalau salah memakai 600.000, hasilnya Rp120.000 dan jawabannya melenceng. Ada trik yang membantu, yaitu menyeragamkan bentuk bilangan. Ubah 20% menjadi 1/5, sehingga langkah kedua menjadi 15 × 450.000 = 90.000. Hasilnya sama. Dua bentuk yang tampak berbeda ternyata bisa saling dipinjam.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Berhenti setelah menemukan Rp50.000 dan mengira itu jawabannya. Angka itu baru besar diskonnya.
  • Menghitung 20% dari uang Andi, bukan dari harga tas. Persen selalu terikat pada keseluruhan yang benar.
  • Menjawab hanya "tidak cukup" tanpa menyebut selisihnya, padahal soal meminta dua hal.

🎯 Sekarang giliranmu

Suhu ruang penyimpanan harus dijaga di bawah 5°C. Saat ini suhunya −2°C dan naik 4°C. Apakah masih memenuhi syarat?

Lihat jawaban setelah mencoba
Suhu baru = −2 + 4 = 2°C. Karena 2 < 5, suhunya masih memenuhi syarat. Soal ini menggabungkan bilangan bulat dengan pertidaksamaan.

✅ Cek pemahaman

Ambil selembar kertas dan tulis enam judul materi semester ini. Tarik garis antara judul yang menurutmu berhubungan, lalu tulis alasannya di atas garis itu. Kalau ada judul yang tidak bisa kamu hubungkan dengan judul lain, bagian itulah yang perlu kamu baca ulang lebih dulu.

📚 Rujukan penyusunan: OpenStax Prealgebra 2e, OpenStax Elementary Algebra 2e, dan muatan Matematika SMP Kemendikdasmen.