Matematika SMP / Kelas VII / Semester 2
PEMBERHENTIAN 16 DARI 18

Review

Menghubungkan seluruh konsep

💡 Konsep intinya

Semester ini menggabungkan tiga wilayah yang tampak berjauhan, yaitu himpunan, geometri, dan statistika. Sebenarnya ketiganya punya benang merah yang sama, yaitu mengelompokkan dan mengukur. Himpunan mengelompokkan objek menurut sifatnya. Geometri mengukur bentuk dan ruang. Statistika mengelompokkan data lalu mengukurnya dengan mean, median, dan modus. Saat menyusun peta konsep semester ini, taruh kata "mengelompokkan" dan "mengukur" di tengah.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Ketiga wilayah ini sering bertemu dalam satu pekerjaan nyata. Menghitung kebutuhan cat untuk beberapa ruangan memerlukan geometri untuk luasnya. Kita juga butuh statistika untuk merata-ratakan pemakaian, dan pengelompokan untuk memisahkan ruangan menurut jenisnya.

⚡ Rumus praktis

Himpunan → mengelompokkan objek
Geometri → mengukur bentuk, keliling, dan luas
Statistika → mengelompokkan data lalu mengukurnya
Diagram → cara menyajikan hasil pengelompokan

Rumus adalah alat bantu. Pahami arti simbol dan kapan rumus dipakai sebelum memasukkan angka.

🧩 Contoh masalah

Sebuah ruangan berbentuk persegi panjang berukuran 8 m × 5 m akan dipasang keramik. Dari 5 toko, harga keramik per m² tercatat: 55.000, 60.000, 58.000, 120.000, dan 57.000. Hitung luas ruangan, lalu tentukan apakah rata-rata atau median yang lebih tepat dipakai untuk memperkirakan biaya.

DIKETAHUI
Ruangan 8 m × 5 m; lima harga keramik per m² seperti tercantum
DITANYAKAN
Luas ruangan dan ukuran pemusatan yang lebih tepat

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Hitung luas ruangan: L = 8 × 5 = 40 m²
  2. Urutkan harga: 55.000, 57.000, 58.000, 60.000, 120.000, sehingga mediannya 58.000
  3. Hitung rata-ratanya: jumlahnya 350.000 dibagi 5 menghasilkan 70.000
  4. Harga 120.000 jauh menyimpang dan menarik rata-rata naik, sehingga median lebih mewakili
Kesimpulan: Luas ruangan 40 m², dan median Rp58.000 lebih tepat dipakai, sehingga perkiraan biaya sekitar 40 × 58.000 = Rp2.320.000.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Soal ini sengaja menggabungkan geometri dengan statistika, karena begitulah persoalan nyata muncul. Yang diuji bukan hanya kemampuan menghitung. Kamu juga diuji dalam memilih alat yang tepat. Kalau memilih rata-rata, perkiraan biaya akan membengkak hampir Rp500.000.

🧩 Contoh kedua dan pembahasan lanjutan

Contoh gabungan lain. Lantai aula berukuran 12 m × 9 m akan dipasangi ubin persegi bersisi 60 cm. Berapa ubin yang dibutuhkan? Luas lantai = 12 × 9 = 108 m². Sisi ubin 60 cm = 0,6 m, sehingga luas satu ubin 0,6 × 0,6 = 0,36 m². Banyak ubin = 108 ÷ 0,36 = 300.

Satuan yang berbeda harus disamakan sebelum menghitung. Kalau luas lantai langsung dibagi 60 × 60, hasilnya tidak masuk akal. Ada cara pemeriksaan yang tidak memakai luas sama sekali. Sepanjang 12 m muat 12 ÷ 0,6 = 20 ubin, dan sepanjang 9 m muat 9 ÷ 0,6 = 15 ubin. Jumlah seluruhnya 20 × 15 = 300, sama dengan hasil pertama. Dua jalan berbeda bertemu di angka yang sama, jadi kamu boleh yakin pada jawabannya.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Menghitung keliling padahal yang dibutuhkan luas.
  • Memakai rata-rata otomatis tanpa memeriksa apakah ada data yang menyimpang jauh.
  • Lupa mengalikan harga per m² dengan luas ruangan, sehingga berhenti di harga satuan.

🎯 Sekarang giliranmu

Dari 35 siswa, 20 ikut pramuka, 15 ikut PMR, dan 8 ikut keduanya. Berapa siswa yang tidak ikut kegiatan apa pun?

Lihat jawaban setelah mencoba
Hanya pramuka = 12, hanya PMR = 7, keduanya = 8, jumlahnya 27. Maka yang tidak ikut = 35 − 27 = 8 siswa.

✅ Cek pemahaman

Tulis tiga judul besar semester ini di kertas. Di bawah tiap judul, tulis satu contoh pemakaiannya di kehidupan sehari-hari. Judul yang paling sulit kamu cari contohnya biasanya yang paling perlu kamu pelajari ulang.

📚 Rujukan penyusunan: OpenStax Prealgebra 2e, OpenStax Elementary Algebra 2e, dan muatan Matematika SMP Kemendikdasmen.