Matematika SMP / Kelas VIII / Semester 1
PEMBERHENTIAN 9 DARI 16

Aplikasi SPLDV

Masalah harga dan jumlah

💡 Konsep intinya

Bagian tersulit dari soal cerita SPLDV bukan menyelesaikan persamaannya, tetapi menyusun modelnya. Ada urutan yang membantu. Pertama, tentukan dua hal yang belum diketahui dan beri nama variabel. Kedua, tulis arti tiap variabel beserta satuannya. Ketiga, ubah setiap kalimat informasi menjadi satu persamaan. Dua hal yang belum diketahui memang butuh dua informasi yang berbeda. Terakhir, jangan lupa menafsirkan jawabanmu kembali ke cerita soal.

🌍 Di mana konsep ini dipakai

Model dua variabel dipakai untuk mencari harga satuan dari nota belanja campuran. Ia juga dipakai untuk menentukan jumlah tiket dewasa dan anak dari total penonton dan pemasukan. Bisa juga untuk membagi tugas antara dua mesin yang kecepatannya berbeda, atau mencampur dua jenis beras agar mencapai harga tertentu.

⚡ Rumus praktis

Dua hal belum diketahui membutuhkan dua informasi
Tulis arti variabel beserta satuannya
Satu kalimat informasi menjadi satu persamaan
Tafsirkan jawaban kembali ke cerita soal

Rumus adalah alat bantu. Pahami arti simbol dan kapan rumus dipakai sebelum memasukkan angka.

🧩 Contoh masalah

Penjualan tiket sebuah pertunjukan mencatat 120 lembar terjual dengan total pemasukan Rp2.900.000. Tiket dewasa dijual Rp30.000 dan tiket anak Rp15.000. Berapa lembar tiket masing-masing yang terjual?

DIKETAHUI
Total tiket = 120 lembar; total pemasukan = Rp2.900.000; harga dewasa Rp30.000 dan anak Rp15.000
DITANYAKAN
Banyak tiket dewasa dan tiket anak

✏️ Penyelesaian langkah demi langkah

  1. Misalkan d adalah banyak tiket dewasa dan a adalah banyak tiket anak, keduanya dalam lembar
  2. Informasi jumlah tiket menjadi d + a = 120, dan informasi pemasukan menjadi 30.000d + 15.000a = 2.900.000
  3. Bagi persamaan kedua dengan 5.000 supaya angkanya kecil: 6d + 3a = 580
  4. Dari d + a = 120 diperoleh a = 120 − d. Masukkan: 6d + 3(120 − d) = 580, sehingga 3d = 220 dan d ≈ 73,33
Kesimpulan: Hasilnya bukan bilangan bulat, padahal tiket tidak mungkin pecahan. Ini tanda bahwa datanya tidak konsisten. Jawaban seperti ini harus dilaporkan apa adanya, bukan dibulatkan diam-diam.

🔍 Kenapa cara ini bekerja?

Soal ini sengaja dibuat agar hasilnya tidak bulat. Dalam masalah nyata, hasil yang tidak masuk akal biasanya berarti ada data yang salah catat, bukan perhitunganmu yang keliru. Kebiasaan memeriksa kewajaran jawaban lebih berharga daripada sekadar mendapat angka.

🧩 Contoh kedua dan pembahasan lanjutan

Sekarang susun model untuk soal yang datanya konsisten. Sebuah tempat parkir mencatat 60 kendaraan dengan pendapatan Rp210.000. Tarif motor Rp2.000 dan mobil Rp5.000. Misalkan m banyak motor dan c banyak mobil. Modelnya m + c = 60 dan 2.000m + 5.000c = 210.000. Persamaan kedua bisa dibagi 1.000 menjadi 2m + 5c = 210.

Kalikan persamaan pertama dengan 2: 2m + 2c = 120. Kurangkan dari persamaan kedua: 3c = 90, jadi c = 30 dan m = 30. Parkir itu menerima 30 motor dan 30 mobil. Periksa: 30 × 2.000 + 30 × 5.000 = 60.000 + 150.000 = 210.000.

Ada pemeriksaan kewajaran yang cepat. Kalau 60 kendaraan semuanya motor, pendapatannya Rp120.000. Kalau semuanya mobil, Rp300.000. Pendapatan Rp210.000 tepat di tengah keduanya, jadi masuk akal kalau jumlah motor dan mobil sama.

⚠️ Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Membulatkan hasil yang tidak masuk akal tanpa menyebut bahwa datanya bermasalah.
  • Memakai satu variabel untuk dua hal berbeda, misalnya menyamakan jumlah tiket dengan harga tiket.
  • Menulis jawaban hanya berupa angka tanpa satuan dan tanpa menjelaskan artinya.

🎯 Sekarang giliranmu

Ubah pemasukan pada soal di atas menjadi Rp2.850.000, lalu selesaikan kembali. Berapa lembar tiket dewasa dan anak yang terjual?

Lihat jawaban setelah mencoba
Dari 30.000d + 15.000a = 2.850.000, bagi 15.000 sehingga 2d + a = 190. Dengan d + a = 120, kurangkan keduanya: d = 70. Maka a = 120 − 70 = 50. Terjual 70 tiket dewasa dan 50 tiket anak. Hasilnya bilangan bulat, jadi masuk akal.

✅ Cek pemahaman

Buat sendiri satu soal cerita yang penyelesaiannya berupa SPLDV, lalu tukarkan dengan temanmu. Menyusun soal memaksamu memastikan datanya konsisten. Latihan ini jarang kamu dapat dari sekadar mengerjakan soal.

📚 Rujukan penyusunan: OpenStax Prealgebra 2e, OpenStax Elementary Algebra 2e, dan muatan Matematika SMP Kemendikdasmen.